Sabtu, 31 Desember 2011

JIKA CINTA MEMBAWA KITA

Berbeda, tak punya arti sebagai pembuat kelemahan dan itu tabu
Heran, mengapa mereka berputar-putar bersama waktu ditempat yang sama
Apakah ini cerita baru? Atau pemusing fikiran disamping cerita-cerita sebelumnya?
Cuma satu, saat mengetahui takdir akan membawa kita berarti

Dengan rencana sesuai yang diinginkan, aku membatu
Saat berhadapan dengan seseorang yang saat ini dimataku berbeda
Ingin dan terus ingin menjadi sesuatu yang mampu mempengaruhi langkah kakimu
Semoga mampu, dan bersabarlah bersama waktu

Kau adalah lagu favoritku, ya, benar!.
Tapi jangan berhenti untuk terus melantunkannya, setiap suaramu yang setiap hari kudengar
Argh! tapi benci saat kita harus bersilang jalan
Dan kembali harus terus dan menerus bersabar bersama waktu

Setiap kali kau terdapat di ujung penglihatanku, apa yang harus kulakukan?
Membisu? Menangis? Atau apalah kelakuan bodohku yang lain
Yang setiap kali keluar tanpa kendaliku
Tapi tetap kau membuatku terus indah saat apapun ketika kau melihatku dengan sederhana

Kemarin dan sebuah rahasia, itulah takdir awal ini
Saat aku disini dan kau disana yang sedang menjadi pesona
Aku biasa dan kau lebih dari biasa tapi mampu menjadi diantaranya
Aku bergumam, entah sepertinya ikut terpesona

Siapakah kita saat ini? Tak ada yang mengerti kemarin
Biarkanlah terus melangkah bersama cinta yang kita bawa
Aku menyayangimu, dan dunia disekelilingku pun juga
Jika cinta membawa kita, bawalah hingga akhir nanti
  

PELANGI DI JINGGA HORIZON


"Love’s poem influenced  by astronomi"

Fase bulan purnama di selisih sabit mengubah jalanku

Untuk mencintai sebuah Sirius yang memiliki magnitudo mutlak bukan tampak

Kau dan aku bertemu di ekliptika, memotong jarak layaknya perihelion

Dan membentuk konstelasi sebagaimana ursa mayor dalam galaksi hatimu

Di kutub utara, kau adalah Polaris yang tersenyum, dan ku melihatmu melalui zenithku

Tak terbayang dengan jauhnya parsek, tetap nebula-nebula yang menghias di gelapnya malam ini adalah rinduku padamu

Bintang dengan luminositas tinggi, pulsar yang berkelap-kelip mengikuti hari yang berarti indahnya saat waktu mengizinkan kita bersama

Tanpa deklinasi yang menjauhkan kita

Tanpa konjungsi yang membuat kita berpandangan diantara jarak

Argh ingin sekali kehilangan prominensa, dan melenyapkannya bagai supernova!

Dan menghadirkan pelangi di jingga horizonku

Terbang bersama halley dan menemui Jupiter, “ hai! Apakah cintanya secemerlang dirimu?” 

Dan semoga ia menjawab  “ tidak, cintanya tidak secemerlang diriku, dia adalah Sirius”

Apakah kau tau? Aku adalah titan, sesuatu paling setia untuk saturnus

Meskipun angin matahari mencoba menumbangkanku

Dengan medan magnetik yang mengacaukan kesetiaanku

Tetap kan berdiri, menatapi meteor yang semoga jatuh di hatimu

Dan jagalah itu, seperti bimasakti tetap berusaha menjaga bintang bintang didalamnya

10 Tanya Mengapa



1. Mengapa memandang sama orang lain padahal semua orang itu berbeda?

2. Mengapa menjadi diri orang lain padahal sesungguhnya diri kita itu lebih baik?

3. Mengapa menjadi pendendam padahal sebenarnya kita mampu menjadi orang yang sabar dan lebih ikhlas?

4. Mengapa begitu serius padahal dunia ini begitu indah jika dinikmati?

5. Mengapa takut akan perpisahan padahal semua itu pasti terjadi dan tak bisa dipungkiri lagi?

6. Mengapa harus memendam perasaan padahal jujur itu lebih baik walau terkadang pahit rasanya?

7. Mengapa menunda pekerjaan padahal bisa mengerjakannya hari ini?

8. Mengapa terkadang kita terlalu banyak menebar wajah ‘jutek’ padahal senyum itu ibadah?

9. Mengapa banyak alasan untuk mengeluarkan uang tapi tidak banyak untuk urusan menabung?

10. Mengapa sulit melupakan kenangan bersama ‘the ex’ padahal orang-orang sekelilingmu adalah yang paling banyak memberi kenangan?

Sabtu, 29 Oktober 2011

11 Ciri Pemuda Pemudi Harapan Bangsa

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah dapat sedikit nyuri-nyuri waktu buat ngurus blog ini lagii ^^
Kemarin nih baru aja kita lewatin *apa tau deh lewatin* hari Sumpah Pemuda, eits, pada inget ngga yang keberapa? hehe 2011-1928 = 83! wow! usianya udah 83 tahun , semoga dengan usianya yang semakin bertambah ini semangat juang pemuda Indonesia makin bergelora , makin bersatu padu , dan makin makin yang baik lainnya hehe
Pemuda/i masa kini pastinya pengen banget jadi orang yang berhasil, baik itu di dunia maupun di akhirat, anda pasti juga dong? dan saya juga loh. Kalo pengen, yuk mari intip sedikit ilmu ini, siapa tau bemanfaat dan bisa diaplikasikan.

Pemuda/i Harapan Bangsa punya ciri-ciri seperti ini nih :

--> Zuhud (senang dalam urusan akhirat, tidak serakah)
--> Cita-citanya tertuju pada ibadah, dan banyak membaca Al-quran
--> Sedikit Berbicara
--> Menjaga Shalat yang 5 waktu
--> Menjaga diri dari perkara yang haram dan perkara yang syubhat (diragukan kehalalannya)
--> Berteman dengan orang shaleh
--> Tawadu (rendah hati)
--> Dermawan 
--> Pengasih dan penyayang terhadap makhluk Allah
--> Bermanfaat untuk manusia
--> Banyak mengingat mati

Senin, 03 Oktober 2011

Maknamu yang Tersirat

Kau tak dapat terdefinisikan lain selain indah
dan aku butuh banyak kekaguman untuk merasakan itu
Kau seuntai kata penghubung diantara dua ironi
pembesaran makna untuk elegi di sisi kosongku

Warnamu tak sekedar ilusi pendusta
Hanya saja kau mampu mengalahkan indahnya fajar dan senja
Dua keajaiban yang membuat otakku meliku
Kau tak sekedar langit yang menaungi indahnya cinta diantara kita

Kau adalahh nyanyian berarti dikala hati yang merona
Bersinar terik namun tetap berintensitas di bawah rata rata
Deretan nada yang terbuat dari cinta
dan dibangun dengan untaian syair yang disempurnakan dengan kasih pelita

Semua tentangmu adalah realisasi
Berharmonisasi dengan sekelilingmu yang berpadukan senyum atas penglihatanku
Walau terkadang aku tak menemukan peluang untuk membunuh kediamanku
dan bersilang jalan yang hanya bersisakan waktu untuk tersesal

Dan gulita malam tak begitu saja mampu menghapus pesonamu
Dan berjauh arah tak mungkin menghabisi nafasmu yang tersimpan bagiku
Dan denting waktu tak mampu membinasakan auramu yang tetap bersamaku
Dan untukmu, terima kasih untuk menyayangiku 
:)

specially for : AWP

Rabu, 14 September 2011

Wanita adalah Tegar

Dimana wanita kan menangis?
disaat cinta menyakiti hatinya
Dimana wanita kan berucap?
disaat orang-orang mengacuhkannya
Dimana wanita kan bergurau?
disaat keadaan membuatnya tak seceria biasanya
Jika wanita tak perlu menangis , berucap , dan bergurau
sediakanlah segenggam nafas
untuk wanita mampu tegar didalamnya.

Selasa, 06 September 2011

Terkoyak Realita

Aku kemarin bukan sumbu di kompor kecil milik nenek tua
bukan kayu bakarnya yang akhirnya meng-arang
bukan kepulan asap yang hilang mengudara
percuma saja
setiap hari pintu itu kau ketuk
atau salahku yang selalu membukanya
hingga terpancar sinar dan aku menghilang dari diriku
dan kau kembali seperti itik yang pulang dari sungai
sungai ditinggalkan, apakah ia merindukannya?
sepintas realitaku diatas suka
dan berjalan diatas bukit yang penuh bunga
kau menaungiku seperti langit
tapi tetap saja
aku terkoyak realita
terkoyak masa sepi namun ingin pergi jauh darimu
masa bodoh atas semua waktu
karena hitam itu tak palsu
cuma sedikit menyakiti

Senin, 05 September 2011

Ekspedisi Bronggang : ANDA MEMASUKI DAERAH BAHAYA!



Senin 29 Agustus 2011, saya bersama keluarga saya tiba di kampung halaman tercinta, di Desa Bronggang Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta. Sekitar 500 meter dari rumah, terdapat sebuah kali yang dahulunya kecil, tapi semenjak Merapi berulah, kali itu kini layaknya 'jurang'. Kali ini adalah kali yang dilewati oleh lahar dingin merapi, dan juga terkena awan panasnya. Sepertinya masih terngiang-ngiang di fikiran kita tentang bencana erupsi merapi yang memakan korban jiwa salah satunya yaitu juru kuncinya, Alm Mbah Maridjan, Kamis 4 November 2010, kelihatannya memang sudah satu tahun yang lalu, tapi tahukah anda? Pasir hasil erupsi merapi masih menggunung dan di dalamnya masih terdapat jasad orang-orang di sekitar Merapi dan bangkai hewan yang terkubur? Astaghfirullah.



Foto ini diambil ketika Merapi dan temannya kali Gendol masih asri, ini tempat favorit saya 'mejeng' buat foto- foto tepatnya tanggal 29 Juni 2009.



Tapi, dua tahun setelah bencana yang nyaris 10 meter lagi mengenai rumah saudara saya itu menghasilkan pemandangan seperti ini. 

 
Hamparan pasir yang rata dengan tanah mengasrikan kali Gendol saat ini, sebenarnya mau diambil boleh-boleh aja, gratis kok, jadi kalo mau bangun rumah anda tinggal beli semen* (syarat dan ketentuan berlaku). Entah apa yang saya fikirnya saat menginjungi kali tersebut, serasa ini memang benar benar tanda kebesaran Allah yang tak mungkin dapat dicegah. Satu tahun berlalu, pengurukan mungkin sudah menghasilkan bertruk-truk pasir, tapi tetap saja, pasir itu masih menggunung dengan ketinggian kurang lebih 4,5 meter dari tanah aslinya, yang siap longsor kapanpun. perhatikan foto ini.



Kenapa bisa kurang lebih 4,5 meter? Ayo lihat gambar ini.



Memang kini Merapi dan Kali Gendol telah jauh berbeda dari terakhir kali aku mengunjunginya kurang lebih 2 bulan sebelum bencana, tanggal 12 September 2010, seolah tak percaya, terlebih ketika memasuki daerah yang terlihat masih 'pure' belum tersentuh di daerah yang lebih 'ngalor' dari desaku.




Rumah-rumah luluh lantak, pohon-pohon telah membatang tanpa satupun helai daun, dan batu-batu beraneka ukuran terkapar disini. yang paling menusuk di hati saya, ketika saya melihat sebuah bangunan yang ternyata itu adalah bangunan Sekolah Dasar yang saat itu tanpa atap,  beberapa bagian temboknya hancur, dan terdapat sebuah tulisan yang menghiasi tembok bagian depan. " YA ALLAH, PADAMU AKU BERSERAH, ATAS SEMUA BENCANA INI ". Dep, fikiranku berhenti tiba-tiba, karena tak ada yang mampu kufikirkan saat itu.




CERITA UNIK DI BALIK KEJAMNYA MERAPI


Batu Siapa ini?
Jalan menuju Kali Gendol agak menanjak, dan dari tanjakan itu kita dapat melihat sekeliling pemandangan Kali Gendol yang indah. lalu jalannya menurun, dan naik kembali, ditengah-tengah jalan tersebut terdapat sebuah batu yang diperkirakan paling besar yang anehnya ia berdiri memotong jalan.


Besar sekali, sampai saya terheran. Katanya nih ya, batu itu merupakan maskawinnya yang punya hajat di atas gunung merapi sana. mau tau yang punya hajat? mereka adalah Nyi Roro Kidul Penguasa Pantai Selatan dan penunggu Gunung Merapi. Sekedar tahayul loh ya, jangan difikirin mateng-mateng. Nanti bingung sendiri. Menurut cerita yang beredar, batu itu terbang dari atas gunung dan mendarat tepat ditengah-tengah jalan layaknya ingin menghalangi sesuatu.


Air belerang asli dari gunung ya katanya?
Saat ini kali Gendol menjadi salah satu objek wisata yang lumayan banyak dikunjungi, alasannya pertama karena ingin melihat hamparan pasir yang meluluh lantakkan daerah disana dan ada pemandian air panas belerangnya. Wow saya terkejut saat mengetahui air yang mengalir sampai jauh *ups disana itu panas, panas sekali karena saat itu kaki saya sedang kedinginan mati rasa. saya pun mencoba mencuci muka, panasss tapi ya segar juga, dan terapi air untuk kaki itu sepertinya bagus dan saya coba.


Kata yang nungguin pemandian *padahal ngga bisa buat mandi loh. air itu asli dari gunung merapi, dan setelah saya dan ayah tercinta menelusuri Gendol lebih jauh, air itu ternyata air biasa yang melewati lapisan terbawah pasir yang masih panas. bayangkan sudah hampir satu tahun, bagian bawah pasir itu masih panas. Subhanallah.

Dibawa terbang
Hari idul fitri menurut sidang itsbat jatuh pada Rabu tanggal 31 Agustus 2011, tapi di daerah saya tetap dilaksanakan pada Selasa, 30 Agustus 2011. Pagi itu, lapangan masih sepi, saya dan saudara saya mendapat shaf paling depan T.T . Namun lama kelamaan lapangan itu penuh dengan jamaah yang ingin mengikuti shalat idul fitri, karena disana terdapat banyak jemaat yang beraliran Muhammadiyah. Diujung shaf kedua, saya melihat seorang perempuan seusia saya duduk diatas kursi roda. Ia mengenakan Jilbab yang membuatnya semakin cantik. Namun, saya melihat ke bagian tubuhnya yang lain yaitu kakinya itu hitam, kelihatan seperti gosong. Saya bertanya pada tante saya, katanya, perempuan itu adalah korban awan panas Merapi. Ia terjebak dirumahnya dalam keadaan sendiri, ayah dan kakak dan adiknya telah menyelamatkan diri, namun naas, ibu dan kakaknya yang satu lagi telah tewas. awan panas itu membakar kaki perempuan itu, katanya ia bisa selamat karena ia dibawa terbang oleh makhluk tinggi besar yang membawanya ke tempat yang lebih aman. Perempuan itu tidak melihat jelas siapa makhluk yang membawanya karena ia shock. Subhanallah.

- its never end-



Kamis, 25 Agustus 2011

Tips Tentang Cinta : KEHILANGAN

Saya mencoba membuat artikel ini untuk meluapkan kesedihan atas kehilangan yang begitu cepat dan juga rasa untuk bangkit darinya. Selalu saja saya mengharap hari ini, selalu dan selalu seperti hari kemarin, entah pastinya saya tidak akan merasakan apa arti kehilangan dan kekuatan untuk bangkit darinya. Silahkan saja coba terka? Pasti mengerti kehilangan apa.


Kehilangan dan kekuatan bangkit itu satu. dan kalian tidak dapat dan tidak akan pernah dapat memisahkan keduanya. Kehilangan itu ada untuk menguji dan merasakan pedihnya bangkit, dan kekuatan bangkit itu ada untuk menyempurnakan diri yang harus terus belajar dari kehilangan. Sepintas tapi nyatanya selalu saja, kita terus-terusan menangis, dan membodohi diri dengan pertanyaan pertanyaan yang rumputpun malas menjawabnya.


“kenapa sih semua ini harus pergi secepat ini?”
“kenapa kebahagiaan ini cuma mampir sebentar?”
“ya Tuhan Kenapa Kau mengubah hatinya?”


Ayolah,  bangkit memang sakit, melupakan yang terbiasa memang tidak mudah, sama halnya melupakan kebiasaan buruk, awal yang tak mudah dan akhir yang bahagia. Kekuatan bangkit memberi alasan mengapa kita harus menguasainya. Ini dikarenakan semakin banyak orang-orang yang putus asa mencari jalan lain agar lebih baik, lebih cepat melupakan dan SELESAI(!). Kekuatan bangkit datang dari hal-hal positif, banyak-banyak mengerjakan hal positif itu baik, dan jangan sekalipun biarkan anda sendiri, sunyi, dan akhirnya  hal itu terlintas kembali. 


Bagi pemula, kehilangan adalah hal paling sulit, sulit dilupakan, sulit bangkit, sulit berhenti menangis, sulit untuk tidak memikirkannya lagi, sulit masa bodoh, sampai mungkin sulit makan. Saya tau, karena saya yang dulu merasakannya. Hingga kini pun harus terus menerus ‘ulangan kehilangan’ agar dapat nilai baik untuk itu dan nggak remedial. Apa nilainya? Tentu saja diri yang makin dewasa.


Kehilangan mengajarkan kita untuk mencintai dan makin mencintai apapun yang telah kita miliki. Kehilangan juga memiliki konteks lain seperti merelakan atau melepaskan. Layaknya kehilangan versi saya, tapi tidak sebanyak tujuh yang sedang banyak dibicarakan  itu.

Tips mengatasi rasa kehilangan :

-      
  •       Berpikir Positif

Kenapa harus berfikir positif? Ya harus lah, soalnya fikiran akan terisi dengan hal hal yang kenapa-kenapa-dan kenapa lagi. Dengan beranggapan kehilangan adalah ujian berat, otak akan mengalami depresi, oleh sebab itu marilah berfikir positif!.
-          
  •       Simpan, atau Lupakan (!)

Saya rekomendasikan untuk menghapus segala tentangnya, mulai dari hal kecil, misalnya hapus sms-smsnya yang hanya membuat kenangan itu kembali lagi.
-        
  •       Banyak menghibur diri sendiri (lebih sering lebih baik)

Dengan menghibur diri, otak seakan melupakan kejadian-kejadian lalu, dan akhirnya fresh dengan diri yang baru.
-       
  •       Cari aja yang baru hehe

Mengapa Langit berwarna Biru, dan Senja berwarna Jingga?

Untuk menemukan jawabannya, simak uraian berikut.

            Matahari memancarkan gelombang cahaya dengan frekuensi tertentu. Bagian dari frekuensi tersebut merupakan frekuensi cahaya tampak yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Jika spectrum cahaya matahari yang mengenai mata kita masih terdiri atas seluruh spectrum cahaya tampak, matahari akan terlihat putih dan spectrum cahaya tampak ini akan menyinari atmosfer bumi.          

            Atmosfer bumi terdiri atas gas-gas yang mengandung bermacam-macam partikel dan unsur. Dua unsur utama yang terkandung dala atmosfer bumi adalah Oksigen dan Nitrogen. Kedua unsur ini sangat reaktif untuk menghamburkan  spectrum cahaya tampak yang mempunyai frekuensi tinggi atau panjang gelombang yang pendek. Akibatnya, atmosfer bumi yang mudah menghamburkan spectrum warna ungu, nila, biru yang mempunyai frekuensi lebih tinggi. Mata manusia lebih sensitive terhadap warna biru daripada warna nila dan ungu sehingga langit terlihat berwarna biru.

             Sementara itu, hanya ada sedikit cahaya tampak dari matahari dengan frekuensi yang lebih rendah yang dihamburkan oleh atmosfer bumi. Cahaya dengan warna merah, jingga dan kuning memiliki frekuensi lebih rendah. Warna tersebut akan menembus atmosfer bumi dan terlihat oleh mata kita. Tetapi, intensitas ketiga warna tersebut tidak sama dan warna kuning lebih mendominasi sehingga matahari terlihat berwarna kuning sampai dengan siang hari. Tampilan cahaya matahari yang terlihat oleh mata kita berubah dari waktu ke waktu   dan berwarna jingga saat matahari akan terbenam. Mengapa demikian?

            Saat matahari berada di horizon (saat terbit dan terbenam), lintasan yang ditempuh cahaya matahari semakin jauh sehingga jumlah kuning yang dihamburkan relative besar daripadawarna jingga, hal ini mengakibatkan intensitas warna jingga yang samapai di mata lebih dominan sehingga saat matahari terbenam terlihat jingga.

Sajak Kecil dari Pujangga Kemarin

Apakah hidup seorang pujangga?
Menyalakan semangat untuk mengibarkan bendera kalimat kalimat indah?
Atau seorang yang hidupnya harus selalu bersajak?
Lampu-lampu jalan?
Siapakah mereka sebenarnya?
Pagar –pagar besi?
Apakah menantang hari adalah keinginan mereka?
Atau keharusan keikhlasan?
Mereka adalah bagian dari pujangga.
Mereka adalah inspirasi.
Inspirasi yang tak terlukis pikiran yang suka berhalusinasi
Ungkapan merdeka pujangga adalah sajak dari hati
Dari pikiran bermakna dan bukan lisan yang berdusta
Garis tangan bukan alasan berbakat
Sidik jari bukan tebakan masa depan
Pujangga adalah kekuatan
Kekuatan untuk menertawakan hati di kala sedih
Kekuatan mengiaskan kehidupan dengan makna dibalik sebuah kata
Sajaknya adalah tawa bahagianya
Sajaknya adalah tetesan air matanya
Sahabatnya adalah pikiran dan pena
Lalu apa lagi?
Semua disisinya adalah perangkai kata
Mencoba menyilsilahkan kehidupan
Berasaskan cinta
Bergejolak keinginan
Dan menemukan apa yang sebenarnya dia cari.

Senin, 22 Agustus 2011

Bukan Kehilangan Lolipop

Sepertiga dari satu
Dulu masih satu dan begitu!
 Beruntung waktu membantuku
Sialnya memang nyanyian-nyanyian itu yang terlalu dalam kuhayati
Dan tak dapat masuk keranjang sampah sejarah begitu saja
Rasanya tinggal sepertiga
Dua pertiganya menghapus gambarmu
Tak bisa diambil semua
dan meraung hebat layaknya anak kecil
Kehilangan lolipop dari tangan lugunya
Jongkok atau berdiri tak ada bedanya
Ia kan tetap mengucurkan deras air matanya meminta kembali
Sembab dan basah lagi wajahnya yang kali itu rumit
Mengingat akan kemarin lolipopnya jatuh
Air matanya tampak mengelabu
Lolipop baginya cinta
Tapi bagiku kau bukan sekedar lolipop
Berbeda, karena aku bukan kehilangan lolipop
Aku memang kehilanganmu dari tanganku
Dan akupun meraung hebat sepertinya
Dalam hati saja
Dan ragaku menyembunyikannya
Karena setidaknya kehilangan mengajarkan
Membiarkan itu bahagia
Karena mempertahankan adalah menyiksa


 

Kamis, 04 Agustus 2011

Cerita si Kecil Atom

Saya telah berkelana sangat jauh, tapi saya masih sendiri dan selalu stabil. Saya mempunyai beberapa teman baik yang dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berbeda. Kebanyakan dari mereka dikelompokkan ke dalam logam berat, sementara yang lainnya merupakan logam ringan dan sisanya tidak punya kelompok. Saya berperan sebagai penonton karena hidup saya sungguh membosankan dan hanya menyaksikan teman-teman saya bereaksi.

Teman-teman baik saya berada di daerah transisi. Beberapa di antaranya sangat radioaktif sehingga tidak aman jika berada di dekat mereka.Walaupun mereka berat dan besar, sebenarnya mereka rapuh. Beberapa diantaranya memiliki banyak elektron, terutama si Goldy emas dan si Pat Platina.

Di bagian barat kota, saya mempunyai teman-teman yang sangat reaktif. si kecil Lithium selalu mendapat masalah dengan teman-temannya dari bagian timur. Tapi salah satu teman dekatnya, yaitu Natrium yang memiliki nama panggilan Na telah berpasangan dengan Clarisa Klor. Na reaktif tapi sepertinya Clarisa mengerti, mungkin benar jika berlawanan muatan akan lebih menarik.

Bagaimanapun, saya masih stabil selamanya dan mungkin, saya akan seperti ini terus. Saya bukan tipe atom yang cepat kehilangan muatan dan bereaksi secara spontan. Saya adalah atom yang mulia.


^^ sumber : buku kimia terbitan Ganeca :)

Jika Melepasmu Adalah Indah

berapa kali lagi kan kukunjungi halte hati
terlalu singkat jika diibaratkan
melepasmu adalah indah
atau cuma tangis pengisi rindu kah?

kembali melihat belakang
tak percuma
cuma tangis lagi dan lagi untuk mengenang
waktu di halte kemarin masih ada kau

mungkin kau ikut berputar mengikuti jarum yang aku benci
disana kau lebih memilih banyak waktu tanpaku
jika melepasmu adalah indah
mengapa ada alasan untuk aku merindu lagi?

Sabtu, 30 Juli 2011

Aku

Sepi ini adalah hati kecil yang berguguran layu
diatas rongga hembusan nafasku
tumpukan darah
membiaskan seuntai semangat membiru
aku dan inginku
bersama-sama merindukanmu

Hujan berambisi menelan takdirku
gerangan angin sampaikan paradigma sukmaku
Hingga penghujung raungan malam 
aku dan nafasku
kan tetap merindukanmu


Apa arti sebuah kekaguman?

Jemari tanganmu hadir diatas batas kelemahanku
buaian senyummu yang merekah menari-nari diatas selembar anganku
gejolak kekuatan cintaku menghalangi masuk segala keburukanmu

Tapi apalah arti sebuah kekaguman
yang hanya mampu tersimpan dalam rengkuhan
sulit untuk dikeluarkan
dalam wujud sebuh pengakuan
ia terlalu menderita bila menerima cobaan
andai saja kau dapat merasakan

Gemulai Mentari Pagi

Seberkas cahaya menggantikan gulitanya malam
bintang dan bulan kembali pulas tertidur
untuk jaga malamnya esok
jangkrik-jangkrik memberhentikan jerit cicitannya
untuk bangun dan bersiap
demi terciptanya suatu pagi

Sepetik Pintaku

Tuhan
jika aku dapat menggapai hari
kan kusambut cinta pagi yang mengudara di samping embun
kala esok memanggilku

Tuhan
Jika aku dapat meraih hari esok
kan kupadukan hasrat dan inginnya jiwa 
untuk bersama-sama menyebut Asma-Mu

Tuhan
Jika aku dapat meraih lusa dan esok-esok penjelangnya
kan kubisikkan suara hati yang tak henti 
mengalunkan nada-nada indah-Mu
 

Cinta di Sore Hari

Gerimis ini menampakkan rintik dukaku
karena langit itu membicarakan kejelekanku
biarlah kutepis tajam caranya
karena kupunya hidup yang mengerti
bagaimana membalas dengan cinta
walau terus menerjangku
walau terus membasahiku
dan membebaniku
 kan kujadikannya seuntai kata
pemerhati.
 

Tersuduti Mati

Bila cahaya meredup
berkunang melewati mata
aku hidup bersama dinding dingin
tempat bersandar walau tak dapat merasa 
aku hidup bukan untuk menangis 
bukan untuk tersuduti caci
alam binasakanku menjadi mati
terkurung gelap dalam sisi sisi kecil
tiada satupun yang kan pahami
terlelap
untuk tersuduti mati

Dibalik Pintu Pemuram

Aku mengisi menit kesendirianku
Dibalik pintu pemuram
Sudut-sudut sempitnya mengajarkanku bercengkrama
Dengan waktu aku mengisi kisah pagi hingga sore menjelang
Ruang ini sahabatku
Temanku berbagi semua jalan hidup yang bersamanya aku tentang
Dibawah langit-langit yang bukan pencakar langit ini
Aku menyimpan siapa aku sebenarnya
Tak ada yang mengetahui
Kecuali Tuhan,
Dinding-dinding rapuh,
Serta benda-benda mati yang seolah bagiku hidup
Aku memiliki banyak cinta
Dibalik pintu pemuram itu
Cinta yang tak ku temui
Di sisi lain pintu pemuram itu.

Sabtu, 26 Maret 2011

Panggung Keakraban


Beragam nada canda tawa tercipta akibat keisengan kecil yang naratif itu
Berbagai cerita prosa imajinatif terangkai oleh tingkah-tingkah peran di dalam panggung keakraban itu
Bermacam cinta, ups! cinta apa ya?
Mungkin cinta fana yang tak terendus wewangian keadaan yang bertolak dimensi
Dan ruang balok ini seolah menjadi sahabat sehari-hari
Untuk bersama-sama menuntut ilmu yang terkadang juga menangis bersama bangku-bangku 
dan meja-meja penopang harapan
Apabila waktu menuntut ilmu berganti untuk ditinggalkan
Mereka merindukan semangat-semangat kita
Pekerjaan mereka untuk menahan berat tubuh dengan ikhlas
Dan canda tawa yang ikut mereka dengar
Namun kini waktu berjalan begitu lihainya
Bagai ekskalator masa yang berarus kuat dan menyingkap derai siapa waktu
Bahkan di setiap roda pengatur jalannya
Terurai jelas apa makna hidup yang padahal sempit ini
Hanya kenangan berbahan sintetislah yang selalu teringat
Terpaku kuat dalam sudut otak kanan setiap insan yang pernah merasakannya
Wahai guru-guru pembina martabat
Terkadang kami merasa begitu licin dan terlalu larut dalam  kerendahan jalan fikiran ini
Sehingga kami mudah tergelincir dalam amarahmu
Membiarkan waktu terbuang sia untuk pola tingkah yang tak pantas duduk diatas bangku itu
Entah apa termemori atau tidak
Tetap Kau adalah lampu penerang bagi masa depan kami
Berdaya  kuat dan takkan habis terjamah waktu

Minggu, 13 Maret 2011

Sesal Untukmu



Malam ini ku mengubah arah rembulan
Menunjukkan keegoisan tanpa mengungkap kalbu yang memendam realita
Dan kau jadi dirinya
Yang mungkin tertatih akan hujaman keinginan konyolku
Tak pernahkah ku sadari
Aku ini siapa?
Dan kau siapa?
Janganlah bodohi diri!
Mau tak mau kau coba dustai
Aku bukan goresan pensil hitam yang mudah kau hapus dari catatan relung hatimu
Aku hanya mencoba lari dari waktu yang terus mengejarku
Untuk melupakan masa lalu dan tak menghadapi kenyataan ini
Karena bagiku semua sama
Yang berbeda hanyalah rupa pembohong belaka!