Kamis, 19 Juli 2012

Handmade (Gantungan Kunci)


Blackberry Emoticons
Design by : Arini Maulidia
Twitter : arineyow
blog : maulidiaarini.blogspot.com

Handmade (Flanel) II


Red Owl
Design by : Arini Maulidia
Twitter : arineyow
blog : maulidiaarini.blogspot.com

Handmade (Kertas & Karton Board)


Red Summer (Old Diary)
Design by : Arini Maulidia
Twitter : arineyow
blog : maulidaarini.blogspot.com

Handmade (Flanel)



Cute Name Tag (Flanel)
design by : Arini Maulidia
Twittter : arineyow
blog : maulidiaarini.blogspot.com

Rabu, 18 Juli 2012

Fungsi Batu Kerikil pada Rel Kereta Api


Entah anda perhatikan atau tidak, hampir di sepanjang rel kereta api biasanya terdapat batu kerikil yang terletak di bawah dan pada samping kanan dan kiri rel kereta api. Batu kerikil ini memang sengaja disebar di sekitar rel kereta api tersebut. Dan ternyata batu kerikil ini memiliki fungsi yang sangat penting untuk menunjang keberadaan rel kereta api yang berdiri di atasnya.


Fungsi Batu Kerikil pada Rel Kereta Api

Fungsi batu kerikil pada rel kereta api yang pertama adalah sebagai bantalan pemberat. Dengan adanya lapisan batu kerikil ini rel dapat tetap berdiri dengan stabil. Sehingga kereta api yang berjalan di atasnya pun dapat berjalan dengan baik.

Batu kerikil ini juga berfungsi untuk menyerap getaran (shock absorber) yang terjadi ketika kereta api tengah lewat. Sehingga goncangan yang terjadi ketika kereta api melintas dapat dikurangi. Dan rel kereta api pun tidak cepat rusak dan dapat digunakan untuk waktu yang lama.

Fungsi berikutnya yaitu untuk menahan dan memperlancar aliran air di saat hujan. Fungsi ini berperan untuk mencegah terjadinya pengikisan tanah atau erosi pada tanah di sekitar rel kereta api. Dimana bila hal ini terjadi maka dapat menyebabkan kecelakaan serius bagi kereta yang melintas seperti kereta anjlok dan yang lainnya.

Dan yang terakhir, batu kerikil juga berfungsi untuk menghambat tumbuhnya rerumputan di sekitar rel. Tumbuhnya rerumputan di sekitar rel dapat dapat secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan penggemburan tanah di bawahnya. Hal ini tentunya dapat membahayakan karena jika tanah di bawah rel tidak stabil maka akan dapat membahayakan perjalanan kereta api.

Mengapa di Beberapa Tempat Tidak Terdapat Kerikil

Seperti yang kita lihat pada beberapa tempat, ada posisi-posisi tertentu dimana di bawah rel kereta api tidak terdapat batu kerikil. Seperti rel kereta api yang terdapat di atas jembatan atau jalan raya, dimana tidak terdapat satu butir pun batu kerikil yang sangat berperan penting bagi keberadaan rel kereta api. Hal ini terjadi karena semua fungsi dari batu kerikil tadi sudah diambil alih fungsinya oleh mekanisme lain.


Pada jembatan kereta api, jembatan sudah dirancang khusus sedemikian rupa supaya dapat menahan getaran yang akan terjadi yang dihasilkan ketika kereta melintas. Demikian pun dengan rel kereta yang terdapat pada jalan raya, jalan aspal telah menggantikan peranan batu kerikil dengan baik. Sehingga pada tempat-tempat tersebut, tidak diperlukan lagi batu kerikil untuk diletakkan di bawah rel kereta api.
Link artikel ini:
http://www.berbagaihal.com/2011/06/alasan-kenapa-pada-rel-kereta-terdapat.html 

Sumber referensi:
http://www.grandadsez.co.uk/railways/tampers.html

Alasan Kenapa Lampu Lalu Lintas Berwarna Merah Kuning Hijau


Seperti kita ketahui bahwa lampu lalu lintas yang sering kita jumpai sehari-hari memiliki 3 warna utama yaitu merah, kuning dan hijau. Warna-warna ini tentunya tidak diambil dan digunakan dengan sembarang. Dengan kata lain, warna ini diambil karena memiliki arti-arti tertentu di dalamnya. Dan berikut arti warna pada lampu lalu lintas dan sejarah singkat tentang bagaimana warna tersebut digunakan sebagai simbol untuk lampu lalu lintas.


Warna Merah 

Warna merah artinya larangan atau stop atau bahaya. Warna merah identik dengan warna darah, sejak jaman dahulu manusia sering berperang untuk memperebutkan sesuatu dan berbagai hal lainnya. Berperang berarti saling membunuh, saling melukai dan saling menumpahkan darah. Banyak para korban perang tersebut yang terluka bahkan ada yang tewas. Baik korban terluka maupun tewas pasti tubuhnya akan mengeluarkan darah. Seperti kita ketahui bahwa semua manusia memiliki darah yang berwarna merah. Dan jika manusia terluka pasti akan mengeluarkan darah dan terasa sakit.

Dengan perkembangan jaman, ada suatu kelompok manusia yang anti dengan peperangan, dan menyatakan bahwa perang itu membahayakan, maka disepakati dan dibuatlah aturan untuk tidak saling berperang, melukai dan saling membunuh sesama manusia karena sangat membahayakan. Dengan tahapan aturan tersebut, yaitu awas bisa melukai, awas bahaya, dilarang melukai atau bahaya. Sehingga sampai sekarang warna merah dijadikan simbol untuk hal yang membahayakan atau larangan. 

Warna Kuning 

Warna Kuning artinya hati-hati, waspada atau pelan-pelan. Warna kuning identik dengan warna api, api memiliki sifat antara dua pilihan yaitu api kecil yang bisa di kendalikan, dan api besar yang sulit dikendalikan dan bisa membahayakan. Aturan warna kuning memiliki resiko bisa aman dan bisa tidak aman atau berbahaya, begitu juga api, baik api kecil maupun api besar memiliki sifat panas, dan manusia akan selalu hati-hati dengan api.

Jaman dulu di dalam peperangan manusia selalu menggunakan api, baik untuk senjata, sinyal komunikasi, simbol dan penerangan. Dalam situasi berperang, prajurit selalu dituntut untuk waspada dan hati-hati terhadap gerakan musuhnya, apalagi di malam hari. Mereka akan menggunakan api untuk segala sesuatunya, mereka akan mengamati pergerakan musuhnya dengan melihat api yang digunakan, sehingga bila ada gerakan api atau obor musuhnya mereka akan bersiap-siap dan waspada untuk menghadapi serangan musuhnya. Sehingga sampai sekarang warna kuning telah disepakati sebagai simbol untuk hati-hati, waspada atau siap-siap. Warna kuning bisa juga diidentikkan warna daun yang sudah tua yang sebentar lagi daun tersebut akan gugur. Jadi, warna kuning diartikan sebagai warna transisi atau peralihan. 

Warna Hijau 

Warna Hijau artinya bebas atau boleh berjalan atau aman. Warna hijau identik dengan warna alam, yaitu hutan terutama warna daun pada tumbuh-tumbuhan. Hampir semua warna daun tumbuh-tumbuhan memiliki warna yang sama yaitu hijau, meskipun sebagian kecil tumbuh-tumbuhan memiliki daun yang berwarna lain. Lantas kenapa warna hijau diidentikan dengan kebebasan?

Banyak tumbuh-tumbuhan di dunia ini berbeda jenisnya, sifatnya, ragamnya, corak dan bentuknya, golongannya serta macam-macam yang lainnya. Tetapi hampir semua daunnya memiliki warna hijau, arti kata semua bebas untuk berwarna hijau, dan tak satu pun ada yang melarangnya, baik dari tumbuh-tumbuhan itu sendiri dan yang berasal dari jenis yang berbeda. Jadi warna hijau memiliki arti suatu kebebasan. Warna hijau juga memiliki sifat sensitif terhadap penglihatan kita, memiliki warna yang menyegarkan mata terutama untuk terapi warna. Sehingga warna hijau tersebut sangat aman bagi mata kita. Dan akhirnya warna hijau disepakati sebagai simbol untuk kebebasan dan aman atau boleh dan diperbolehkan. 

Alasan Kenapa Letak Lampu Merah di Atas, Kuning di Tengah dan Hijau di Bawah 

Seperti yang kita ketahui, warna yang digunakan untuk lampu lalu lintas adalah merah, kuning, dan hijau. Merah menandakan berhenti atau sebuah tanda bahaya, kuning menandakan hati-hati, dan hijau menandakan boleh berjalan. Pada awal penemuannya sampai sekitar tahun 1950-an, banyak lampu lalu lintas, terutama di persimpangan perkotaan yang sibuk, dipasang secara horizontal, dan bukan vertikal seperti sekarang ini. Rancangan vertikal yang seperti sekarang, dengan lampu merah berada pada posisi paling atas dimaksudkan untuk memudahkan penderita buta warna.

Selain itu, biasanya, lampu warna merah mengandung beberapa corak berwarna jingga, dan lampu hijau mengandung beberapa corak berwarna biru. Hal ini juga dimaksudkan agar orang dengan buta warna merah dan hijau dapat mengerti sinyal lampu yang sedang menyala. Selain itu, di Amerika Serikat, lampu lalu lintas memiliki tambahan pinggiran berwarna putih yang dapat menyala dalam kegelapan. Ini bertujuan agar membantu orang yang menderita buta warna dapat membedakan lampu kendaraan dengan lampu lalu lintas.


Link artikel ini:

Sumber referensi:

Mengapa Air Laut Berbuih?


 Samudera atau lautan tidak sepenuhnya hanya terdiri dari air saja. Jika anda mengisi gelas bening dengan air laut, maka anda akan melihat bahwa air laut penuh akan partikel-partikel kecil yang terlarut di dalamnya. Partikel yang terlarut dalam air laut ini terdiri dari garam, protein, lemak, ganggang yang telah mati, dan berbagai jenis bahan organik lainnya seperti ikan, tumbuhan dan organisme mikroskopis, ekskresi rumput laut dan bahkan dalam beberapa kasus polutan.


Kesemua senyawa ini selanjutnya dapat berfungsi sebagai surfaktan atau zat yang dapat menimbulkan adanya busa atau buih, sama seperti yang terdapat pada detergent yang biasa kita gunakan untuk mencuci. Ketika air laut teraduk oleh ombak dan gelombang, adanya surfaktan pada kondisi turbulen akan memerangkap udara, dan selanjutnya membentuk gelembung yang menempel satu sama lain melalui tegangan permukaan dan membentuk apa yang kita lihat sebagai buih atau busa di lautan.

Kumpulan ganggang merupakan salah satu dari penyebab utama terjadinya buih atau busa pada air laut. Oleh karena itu, jika suatu daerah di lautan terdapat banyak ganggang, maka air laut di daerah tersebut akan menghasilkan lebih banyak buih atau busa dibanding dengan daerah lautan dengan jumlah ganggang yang lebih sedikit.

Lalu kenapa buih paling sering dan paling banyak kita jumpai di tepi pantai? Hal ini dikarenakan ketika sejumlah besar kumpulan ganggang di lepas pantai mati dan membusuk, sejumlah besar dari materi ganggang yang telah mati ini akan terbawa oleh gelombang dan mencapai tepian panta. Buih kemudian terbentuk karena bahan organik ini "teraduk" oleh ombak di tepi pantai.

Selain itu, produk manusia juga berkontribusi terhadap terbentuknya buih atau busa di air laut. Bahkan, kadang jika produk manusia ini terakumulasi cukup banyak pada sungai atau danau, air sungai atau danau tersebut juga dapat berbuih seperti air di lautan. Produk manusia ini sendiri dapat mencakup berbagai limbah rumah tangga, limbah dari peternakan, limbah pabrik dan bahkan dari saluran pembuangan.

Referensi:

Curhat Pertama

Baru kali ini benar-benar mau membuka sesi curhat, biasanya malash. Tapi nyatanya emang lagi sedih banget dan kayaknya belum bisa menerima kenyataan, sepanjang kelas XI semua rasanya colourful, nggak hitam putih abu abu kayak saat ini, di kelas baru XII IPA 1, ah nggak tau mesti gimana mau menjalani hari-hari kedepan.

Pembagian kelas yang berujung sesak di dada, memang sangat sangat membuat saya down, apa sih yang diinginkan semua pasangan kalo naik kelas? udah tau jawabannya? sip. Bagai petir disambar gledek (?) -masya Allah- pagi itu menjadi cerita pembualan saya mencoba menahan sesuatu yang ingin dikeluarkan dari pancaran mata ini.

Kayaknya terlalu lebay menanggapi keadaan ya? ah mesti gimana? inilah yang saya rasakan, sulit pedih menghujam diri saya, suasana yang berbeda membuat saya belum terbiasa, hari-hari penuh kenangan di XI IPA 3 itu selalu aja terpikirkan kembali. Memang salah! life isn't movie, life must go on, rin!.

Memang berat, tapi mau gimana? kita memang harus terpisah oleh jarak, tak mengapa senyummu yang menyambutku tak ku lihat lagi setiap pagi, tak mengapa kita harus jalan di sisi yang berbeda, inilah yang mungkin Allah mau, agar aku belajar menjadi lebih kuat dan dewasa. 

Aku percaya dibalik semua ini ada rencana Allah yang terbaik, dan kedepannya saya tinggal menjalani hari dengan mengikuti kata-katanya, saling percaya. Itulah modal utama yang haus dijalani setiap pasangan. Jarak sejauh apapun bila dijalani dengan kepercayaan yang sempurna akan terasa lebih tenang. so, i believe in you ! more than just everybody said to me about you. Let world knows, how amaze we are! :)  #AWP