Rabu, 14 September 2011

Wanita adalah Tegar

Dimana wanita kan menangis?
disaat cinta menyakiti hatinya
Dimana wanita kan berucap?
disaat orang-orang mengacuhkannya
Dimana wanita kan bergurau?
disaat keadaan membuatnya tak seceria biasanya
Jika wanita tak perlu menangis , berucap , dan bergurau
sediakanlah segenggam nafas
untuk wanita mampu tegar didalamnya.

Selasa, 06 September 2011

Terkoyak Realita

Aku kemarin bukan sumbu di kompor kecil milik nenek tua
bukan kayu bakarnya yang akhirnya meng-arang
bukan kepulan asap yang hilang mengudara
percuma saja
setiap hari pintu itu kau ketuk
atau salahku yang selalu membukanya
hingga terpancar sinar dan aku menghilang dari diriku
dan kau kembali seperti itik yang pulang dari sungai
sungai ditinggalkan, apakah ia merindukannya?
sepintas realitaku diatas suka
dan berjalan diatas bukit yang penuh bunga
kau menaungiku seperti langit
tapi tetap saja
aku terkoyak realita
terkoyak masa sepi namun ingin pergi jauh darimu
masa bodoh atas semua waktu
karena hitam itu tak palsu
cuma sedikit menyakiti

Senin, 05 September 2011

Ekspedisi Bronggang : ANDA MEMASUKI DAERAH BAHAYA!



Senin 29 Agustus 2011, saya bersama keluarga saya tiba di kampung halaman tercinta, di Desa Bronggang Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta. Sekitar 500 meter dari rumah, terdapat sebuah kali yang dahulunya kecil, tapi semenjak Merapi berulah, kali itu kini layaknya 'jurang'. Kali ini adalah kali yang dilewati oleh lahar dingin merapi, dan juga terkena awan panasnya. Sepertinya masih terngiang-ngiang di fikiran kita tentang bencana erupsi merapi yang memakan korban jiwa salah satunya yaitu juru kuncinya, Alm Mbah Maridjan, Kamis 4 November 2010, kelihatannya memang sudah satu tahun yang lalu, tapi tahukah anda? Pasir hasil erupsi merapi masih menggunung dan di dalamnya masih terdapat jasad orang-orang di sekitar Merapi dan bangkai hewan yang terkubur? Astaghfirullah.



Foto ini diambil ketika Merapi dan temannya kali Gendol masih asri, ini tempat favorit saya 'mejeng' buat foto- foto tepatnya tanggal 29 Juni 2009.



Tapi, dua tahun setelah bencana yang nyaris 10 meter lagi mengenai rumah saudara saya itu menghasilkan pemandangan seperti ini. 

 
Hamparan pasir yang rata dengan tanah mengasrikan kali Gendol saat ini, sebenarnya mau diambil boleh-boleh aja, gratis kok, jadi kalo mau bangun rumah anda tinggal beli semen* (syarat dan ketentuan berlaku). Entah apa yang saya fikirnya saat menginjungi kali tersebut, serasa ini memang benar benar tanda kebesaran Allah yang tak mungkin dapat dicegah. Satu tahun berlalu, pengurukan mungkin sudah menghasilkan bertruk-truk pasir, tapi tetap saja, pasir itu masih menggunung dengan ketinggian kurang lebih 4,5 meter dari tanah aslinya, yang siap longsor kapanpun. perhatikan foto ini.



Kenapa bisa kurang lebih 4,5 meter? Ayo lihat gambar ini.



Memang kini Merapi dan Kali Gendol telah jauh berbeda dari terakhir kali aku mengunjunginya kurang lebih 2 bulan sebelum bencana, tanggal 12 September 2010, seolah tak percaya, terlebih ketika memasuki daerah yang terlihat masih 'pure' belum tersentuh di daerah yang lebih 'ngalor' dari desaku.




Rumah-rumah luluh lantak, pohon-pohon telah membatang tanpa satupun helai daun, dan batu-batu beraneka ukuran terkapar disini. yang paling menusuk di hati saya, ketika saya melihat sebuah bangunan yang ternyata itu adalah bangunan Sekolah Dasar yang saat itu tanpa atap,  beberapa bagian temboknya hancur, dan terdapat sebuah tulisan yang menghiasi tembok bagian depan. " YA ALLAH, PADAMU AKU BERSERAH, ATAS SEMUA BENCANA INI ". Dep, fikiranku berhenti tiba-tiba, karena tak ada yang mampu kufikirkan saat itu.




CERITA UNIK DI BALIK KEJAMNYA MERAPI


Batu Siapa ini?
Jalan menuju Kali Gendol agak menanjak, dan dari tanjakan itu kita dapat melihat sekeliling pemandangan Kali Gendol yang indah. lalu jalannya menurun, dan naik kembali, ditengah-tengah jalan tersebut terdapat sebuah batu yang diperkirakan paling besar yang anehnya ia berdiri memotong jalan.


Besar sekali, sampai saya terheran. Katanya nih ya, batu itu merupakan maskawinnya yang punya hajat di atas gunung merapi sana. mau tau yang punya hajat? mereka adalah Nyi Roro Kidul Penguasa Pantai Selatan dan penunggu Gunung Merapi. Sekedar tahayul loh ya, jangan difikirin mateng-mateng. Nanti bingung sendiri. Menurut cerita yang beredar, batu itu terbang dari atas gunung dan mendarat tepat ditengah-tengah jalan layaknya ingin menghalangi sesuatu.


Air belerang asli dari gunung ya katanya?
Saat ini kali Gendol menjadi salah satu objek wisata yang lumayan banyak dikunjungi, alasannya pertama karena ingin melihat hamparan pasir yang meluluh lantakkan daerah disana dan ada pemandian air panas belerangnya. Wow saya terkejut saat mengetahui air yang mengalir sampai jauh *ups disana itu panas, panas sekali karena saat itu kaki saya sedang kedinginan mati rasa. saya pun mencoba mencuci muka, panasss tapi ya segar juga, dan terapi air untuk kaki itu sepertinya bagus dan saya coba.


Kata yang nungguin pemandian *padahal ngga bisa buat mandi loh. air itu asli dari gunung merapi, dan setelah saya dan ayah tercinta menelusuri Gendol lebih jauh, air itu ternyata air biasa yang melewati lapisan terbawah pasir yang masih panas. bayangkan sudah hampir satu tahun, bagian bawah pasir itu masih panas. Subhanallah.

Dibawa terbang
Hari idul fitri menurut sidang itsbat jatuh pada Rabu tanggal 31 Agustus 2011, tapi di daerah saya tetap dilaksanakan pada Selasa, 30 Agustus 2011. Pagi itu, lapangan masih sepi, saya dan saudara saya mendapat shaf paling depan T.T . Namun lama kelamaan lapangan itu penuh dengan jamaah yang ingin mengikuti shalat idul fitri, karena disana terdapat banyak jemaat yang beraliran Muhammadiyah. Diujung shaf kedua, saya melihat seorang perempuan seusia saya duduk diatas kursi roda. Ia mengenakan Jilbab yang membuatnya semakin cantik. Namun, saya melihat ke bagian tubuhnya yang lain yaitu kakinya itu hitam, kelihatan seperti gosong. Saya bertanya pada tante saya, katanya, perempuan itu adalah korban awan panas Merapi. Ia terjebak dirumahnya dalam keadaan sendiri, ayah dan kakak dan adiknya telah menyelamatkan diri, namun naas, ibu dan kakaknya yang satu lagi telah tewas. awan panas itu membakar kaki perempuan itu, katanya ia bisa selamat karena ia dibawa terbang oleh makhluk tinggi besar yang membawanya ke tempat yang lebih aman. Perempuan itu tidak melihat jelas siapa makhluk yang membawanya karena ia shock. Subhanallah.

- its never end-