Kamis, 19 Juli 2012

Handmade (Gantungan Kunci)


Blackberry Emoticons
Design by : Arini Maulidia
Twitter : arineyow
blog : maulidiaarini.blogspot.com

Handmade (Flanel) II


Red Owl
Design by : Arini Maulidia
Twitter : arineyow
blog : maulidiaarini.blogspot.com

Handmade (Kertas & Karton Board)


Red Summer (Old Diary)
Design by : Arini Maulidia
Twitter : arineyow
blog : maulidaarini.blogspot.com

Handmade (Flanel)



Cute Name Tag (Flanel)
design by : Arini Maulidia
Twittter : arineyow
blog : maulidiaarini.blogspot.com

Rabu, 18 Juli 2012

Fungsi Batu Kerikil pada Rel Kereta Api


Entah anda perhatikan atau tidak, hampir di sepanjang rel kereta api biasanya terdapat batu kerikil yang terletak di bawah dan pada samping kanan dan kiri rel kereta api. Batu kerikil ini memang sengaja disebar di sekitar rel kereta api tersebut. Dan ternyata batu kerikil ini memiliki fungsi yang sangat penting untuk menunjang keberadaan rel kereta api yang berdiri di atasnya.


Fungsi Batu Kerikil pada Rel Kereta Api

Fungsi batu kerikil pada rel kereta api yang pertama adalah sebagai bantalan pemberat. Dengan adanya lapisan batu kerikil ini rel dapat tetap berdiri dengan stabil. Sehingga kereta api yang berjalan di atasnya pun dapat berjalan dengan baik.

Batu kerikil ini juga berfungsi untuk menyerap getaran (shock absorber) yang terjadi ketika kereta api tengah lewat. Sehingga goncangan yang terjadi ketika kereta api melintas dapat dikurangi. Dan rel kereta api pun tidak cepat rusak dan dapat digunakan untuk waktu yang lama.

Fungsi berikutnya yaitu untuk menahan dan memperlancar aliran air di saat hujan. Fungsi ini berperan untuk mencegah terjadinya pengikisan tanah atau erosi pada tanah di sekitar rel kereta api. Dimana bila hal ini terjadi maka dapat menyebabkan kecelakaan serius bagi kereta yang melintas seperti kereta anjlok dan yang lainnya.

Dan yang terakhir, batu kerikil juga berfungsi untuk menghambat tumbuhnya rerumputan di sekitar rel. Tumbuhnya rerumputan di sekitar rel dapat dapat secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan penggemburan tanah di bawahnya. Hal ini tentunya dapat membahayakan karena jika tanah di bawah rel tidak stabil maka akan dapat membahayakan perjalanan kereta api.

Mengapa di Beberapa Tempat Tidak Terdapat Kerikil

Seperti yang kita lihat pada beberapa tempat, ada posisi-posisi tertentu dimana di bawah rel kereta api tidak terdapat batu kerikil. Seperti rel kereta api yang terdapat di atas jembatan atau jalan raya, dimana tidak terdapat satu butir pun batu kerikil yang sangat berperan penting bagi keberadaan rel kereta api. Hal ini terjadi karena semua fungsi dari batu kerikil tadi sudah diambil alih fungsinya oleh mekanisme lain.


Pada jembatan kereta api, jembatan sudah dirancang khusus sedemikian rupa supaya dapat menahan getaran yang akan terjadi yang dihasilkan ketika kereta melintas. Demikian pun dengan rel kereta yang terdapat pada jalan raya, jalan aspal telah menggantikan peranan batu kerikil dengan baik. Sehingga pada tempat-tempat tersebut, tidak diperlukan lagi batu kerikil untuk diletakkan di bawah rel kereta api.
Link artikel ini:
http://www.berbagaihal.com/2011/06/alasan-kenapa-pada-rel-kereta-terdapat.html 

Sumber referensi:
http://www.grandadsez.co.uk/railways/tampers.html

Alasan Kenapa Lampu Lalu Lintas Berwarna Merah Kuning Hijau


Seperti kita ketahui bahwa lampu lalu lintas yang sering kita jumpai sehari-hari memiliki 3 warna utama yaitu merah, kuning dan hijau. Warna-warna ini tentunya tidak diambil dan digunakan dengan sembarang. Dengan kata lain, warna ini diambil karena memiliki arti-arti tertentu di dalamnya. Dan berikut arti warna pada lampu lalu lintas dan sejarah singkat tentang bagaimana warna tersebut digunakan sebagai simbol untuk lampu lalu lintas.


Warna Merah 

Warna merah artinya larangan atau stop atau bahaya. Warna merah identik dengan warna darah, sejak jaman dahulu manusia sering berperang untuk memperebutkan sesuatu dan berbagai hal lainnya. Berperang berarti saling membunuh, saling melukai dan saling menumpahkan darah. Banyak para korban perang tersebut yang terluka bahkan ada yang tewas. Baik korban terluka maupun tewas pasti tubuhnya akan mengeluarkan darah. Seperti kita ketahui bahwa semua manusia memiliki darah yang berwarna merah. Dan jika manusia terluka pasti akan mengeluarkan darah dan terasa sakit.

Dengan perkembangan jaman, ada suatu kelompok manusia yang anti dengan peperangan, dan menyatakan bahwa perang itu membahayakan, maka disepakati dan dibuatlah aturan untuk tidak saling berperang, melukai dan saling membunuh sesama manusia karena sangat membahayakan. Dengan tahapan aturan tersebut, yaitu awas bisa melukai, awas bahaya, dilarang melukai atau bahaya. Sehingga sampai sekarang warna merah dijadikan simbol untuk hal yang membahayakan atau larangan. 

Warna Kuning 

Warna Kuning artinya hati-hati, waspada atau pelan-pelan. Warna kuning identik dengan warna api, api memiliki sifat antara dua pilihan yaitu api kecil yang bisa di kendalikan, dan api besar yang sulit dikendalikan dan bisa membahayakan. Aturan warna kuning memiliki resiko bisa aman dan bisa tidak aman atau berbahaya, begitu juga api, baik api kecil maupun api besar memiliki sifat panas, dan manusia akan selalu hati-hati dengan api.

Jaman dulu di dalam peperangan manusia selalu menggunakan api, baik untuk senjata, sinyal komunikasi, simbol dan penerangan. Dalam situasi berperang, prajurit selalu dituntut untuk waspada dan hati-hati terhadap gerakan musuhnya, apalagi di malam hari. Mereka akan menggunakan api untuk segala sesuatunya, mereka akan mengamati pergerakan musuhnya dengan melihat api yang digunakan, sehingga bila ada gerakan api atau obor musuhnya mereka akan bersiap-siap dan waspada untuk menghadapi serangan musuhnya. Sehingga sampai sekarang warna kuning telah disepakati sebagai simbol untuk hati-hati, waspada atau siap-siap. Warna kuning bisa juga diidentikkan warna daun yang sudah tua yang sebentar lagi daun tersebut akan gugur. Jadi, warna kuning diartikan sebagai warna transisi atau peralihan. 

Warna Hijau 

Warna Hijau artinya bebas atau boleh berjalan atau aman. Warna hijau identik dengan warna alam, yaitu hutan terutama warna daun pada tumbuh-tumbuhan. Hampir semua warna daun tumbuh-tumbuhan memiliki warna yang sama yaitu hijau, meskipun sebagian kecil tumbuh-tumbuhan memiliki daun yang berwarna lain. Lantas kenapa warna hijau diidentikan dengan kebebasan?

Banyak tumbuh-tumbuhan di dunia ini berbeda jenisnya, sifatnya, ragamnya, corak dan bentuknya, golongannya serta macam-macam yang lainnya. Tetapi hampir semua daunnya memiliki warna hijau, arti kata semua bebas untuk berwarna hijau, dan tak satu pun ada yang melarangnya, baik dari tumbuh-tumbuhan itu sendiri dan yang berasal dari jenis yang berbeda. Jadi warna hijau memiliki arti suatu kebebasan. Warna hijau juga memiliki sifat sensitif terhadap penglihatan kita, memiliki warna yang menyegarkan mata terutama untuk terapi warna. Sehingga warna hijau tersebut sangat aman bagi mata kita. Dan akhirnya warna hijau disepakati sebagai simbol untuk kebebasan dan aman atau boleh dan diperbolehkan. 

Alasan Kenapa Letak Lampu Merah di Atas, Kuning di Tengah dan Hijau di Bawah 

Seperti yang kita ketahui, warna yang digunakan untuk lampu lalu lintas adalah merah, kuning, dan hijau. Merah menandakan berhenti atau sebuah tanda bahaya, kuning menandakan hati-hati, dan hijau menandakan boleh berjalan. Pada awal penemuannya sampai sekitar tahun 1950-an, banyak lampu lalu lintas, terutama di persimpangan perkotaan yang sibuk, dipasang secara horizontal, dan bukan vertikal seperti sekarang ini. Rancangan vertikal yang seperti sekarang, dengan lampu merah berada pada posisi paling atas dimaksudkan untuk memudahkan penderita buta warna.

Selain itu, biasanya, lampu warna merah mengandung beberapa corak berwarna jingga, dan lampu hijau mengandung beberapa corak berwarna biru. Hal ini juga dimaksudkan agar orang dengan buta warna merah dan hijau dapat mengerti sinyal lampu yang sedang menyala. Selain itu, di Amerika Serikat, lampu lalu lintas memiliki tambahan pinggiran berwarna putih yang dapat menyala dalam kegelapan. Ini bertujuan agar membantu orang yang menderita buta warna dapat membedakan lampu kendaraan dengan lampu lalu lintas.


Link artikel ini:

Sumber referensi:

Mengapa Air Laut Berbuih?


 Samudera atau lautan tidak sepenuhnya hanya terdiri dari air saja. Jika anda mengisi gelas bening dengan air laut, maka anda akan melihat bahwa air laut penuh akan partikel-partikel kecil yang terlarut di dalamnya. Partikel yang terlarut dalam air laut ini terdiri dari garam, protein, lemak, ganggang yang telah mati, dan berbagai jenis bahan organik lainnya seperti ikan, tumbuhan dan organisme mikroskopis, ekskresi rumput laut dan bahkan dalam beberapa kasus polutan.


Kesemua senyawa ini selanjutnya dapat berfungsi sebagai surfaktan atau zat yang dapat menimbulkan adanya busa atau buih, sama seperti yang terdapat pada detergent yang biasa kita gunakan untuk mencuci. Ketika air laut teraduk oleh ombak dan gelombang, adanya surfaktan pada kondisi turbulen akan memerangkap udara, dan selanjutnya membentuk gelembung yang menempel satu sama lain melalui tegangan permukaan dan membentuk apa yang kita lihat sebagai buih atau busa di lautan.

Kumpulan ganggang merupakan salah satu dari penyebab utama terjadinya buih atau busa pada air laut. Oleh karena itu, jika suatu daerah di lautan terdapat banyak ganggang, maka air laut di daerah tersebut akan menghasilkan lebih banyak buih atau busa dibanding dengan daerah lautan dengan jumlah ganggang yang lebih sedikit.

Lalu kenapa buih paling sering dan paling banyak kita jumpai di tepi pantai? Hal ini dikarenakan ketika sejumlah besar kumpulan ganggang di lepas pantai mati dan membusuk, sejumlah besar dari materi ganggang yang telah mati ini akan terbawa oleh gelombang dan mencapai tepian panta. Buih kemudian terbentuk karena bahan organik ini "teraduk" oleh ombak di tepi pantai.

Selain itu, produk manusia juga berkontribusi terhadap terbentuknya buih atau busa di air laut. Bahkan, kadang jika produk manusia ini terakumulasi cukup banyak pada sungai atau danau, air sungai atau danau tersebut juga dapat berbuih seperti air di lautan. Produk manusia ini sendiri dapat mencakup berbagai limbah rumah tangga, limbah dari peternakan, limbah pabrik dan bahkan dari saluran pembuangan.

Referensi:

Curhat Pertama

Baru kali ini benar-benar mau membuka sesi curhat, biasanya malash. Tapi nyatanya emang lagi sedih banget dan kayaknya belum bisa menerima kenyataan, sepanjang kelas XI semua rasanya colourful, nggak hitam putih abu abu kayak saat ini, di kelas baru XII IPA 1, ah nggak tau mesti gimana mau menjalani hari-hari kedepan.

Pembagian kelas yang berujung sesak di dada, memang sangat sangat membuat saya down, apa sih yang diinginkan semua pasangan kalo naik kelas? udah tau jawabannya? sip. Bagai petir disambar gledek (?) -masya Allah- pagi itu menjadi cerita pembualan saya mencoba menahan sesuatu yang ingin dikeluarkan dari pancaran mata ini.

Kayaknya terlalu lebay menanggapi keadaan ya? ah mesti gimana? inilah yang saya rasakan, sulit pedih menghujam diri saya, suasana yang berbeda membuat saya belum terbiasa, hari-hari penuh kenangan di XI IPA 3 itu selalu aja terpikirkan kembali. Memang salah! life isn't movie, life must go on, rin!.

Memang berat, tapi mau gimana? kita memang harus terpisah oleh jarak, tak mengapa senyummu yang menyambutku tak ku lihat lagi setiap pagi, tak mengapa kita harus jalan di sisi yang berbeda, inilah yang mungkin Allah mau, agar aku belajar menjadi lebih kuat dan dewasa. 

Aku percaya dibalik semua ini ada rencana Allah yang terbaik, dan kedepannya saya tinggal menjalani hari dengan mengikuti kata-katanya, saling percaya. Itulah modal utama yang haus dijalani setiap pasangan. Jarak sejauh apapun bila dijalani dengan kepercayaan yang sempurna akan terasa lebih tenang. so, i believe in you ! more than just everybody said to me about you. Let world knows, how amaze we are! :)  #AWP

Kamis, 26 April 2012

Tukang Grafis II


HAPPY GIRLY
Designed by : Arini Maulidia
Twitter : @arineyow
blog : maulidiaarini.blogspot.com

Sekilas mengenai Desain Komunikasi Visual ITB

Desain Komunikasi Visual adalah cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media dengan memanfaatkan elemen-elemen visual ataupun rupa untuk menyampaikan pesan untuk tujuan tertentu (tujuan informasi ataupun tujuan persuasi yaitu mempengaruhi perilaku).

Seorang Sarjana Desain Komunikasi  Visual harus bisa mengolah pesan tersebut secara efektif, informatif dan komunikatif. Mengembangkan bentuk bahasa visual (bermain gambar), mengolah pesan (bermain kata), keduanya untuk tujuan sosial maupun komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada kelompok lainnya. Visual berwujud kreatif dan inovatif, sementara inti pesan harus komunikatif, efisien dan efektif saling mendukung agar tersampaikan dengan baik pada sasaran.

Setelah melalui berbagai mata kuliah dasar komunikasi visual, pada semester enam, Kamu akan dijuruskan pada 3 jalur minat program studi, yaitu:  Komunikasi Grafis, Komunikasi Visual Periklanan,  Komunikasi Multimedia.

Komunikasi Grafis dan Komunikasi Visual Periklanan mengolah bahasa visual pada media statis  (diam). Kemampuan komunikasi, tipografi, ilustrasi, fotografi menjadi faktor yang harus dikuasai. Desainer Grafis mampu membuat logo, desain majalah atau surat kabar, rambu ,  kemasan, atau paket promosi produk dengan keahliannya tersebut. Desainer Iklan mampu bermain visual dengan menarik dan efisien untuk tujuan persuasi. Mengemas citra sebuah produk, program, atau kampanye dengan bahasa visual yang baik, yang bermuara pada perubahan perilaku sasaran yang dituju.

Komunikasi Multimedia mengarah pada media dinamis berbasis waktu dan suara (audio). Animasi, desain web, media interaktif hingga penyutradaraan film adalah contoh keahlian desainer multimedia. Dasar-dasar komunikasi visual teraplikasikan secara dinamis dalam karya multimedia.

7 Hal mengenai Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) ITB
1.       Punya inkubasi prodi game S1 yang terdiri dari mahasiswa dkv multimedia dan studio intermedia seni murni
2.       Satu-satunya dkv yang mempunyai penjurusan di tingkat akhirnya. KVP, design grafis, dan multimedia
3.       Dosen-dosennya kebanyakan merupakan akademisi senior/perintis di bidang komunikasi visual indonesia
4.       Alumninya banyak yang berprestasi internasional, contoh: Henricus Kusbiantoro (pernah kerja di studio grafis ternama di amerika)
5.       Karya-karya mahasiswa nya lebih banyak mempunyai cita rasa budaya indonesia
6.       Jaringan kerja setelah lulus sudah terbukti mantap!
7.       Belajar tentang warna hanya 2 kali pertemuan, berbeda dengan dkv universitas lain yang sampai 2 sks.


sumber : http://masukitb.com/c/1595

Selasa, 24 April 2012

Tukang Grafis



ACTUAL IMAGINATION
Designed by : Arini Maulidia
 Twitter : @arineyow
blog : maulidiaarini.blogspot.com

CERPEN : B 4578 VQ


                Senja bergulir, waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB, anak –anak kelas XI IPA 1 SMA Yudhistira baru saja menyelesaikan tugasnya. Sore itu, mereka memiliki jadwal latihan upacara untuk tampil senin depan. Persiapan mereka kali itu sudah matang, karena mereka telah latihan berulang-ulang. Hingga sore menjelang, akhirnya mereka memutuskan untuk menyelesaikannya dan kembali ke rumahnya masing-masing.
                Riani, kali itu berjalan menuju gerbang sekolah, disanalah tempatnya menunggu angkutan umum untuk kembali ke rumahnya, jarak dari sekolah Riani ke rumahnya sangat jauh, butuh tiga kali perjalanan naik angkutan umum. Sesaat ketika ia menunggu.
                “Rian, duluan yaa..” ucap salahsatu sobat karibnya, Avi yang dibonceng seseorang yang sempat ada di hati Riani.
                “eh iyaa, Vi, hati-hati yaa..” jawabnya ikhlas, dan Avi pun berlalu dengan orang itu.
                Tiba-tiba ada salahsatu motor yang berlalu di depan Riani, motor berplat nomor B 4578 VQ, Riani hanya memandangi plat nomor itu, dan berusaha mengetahui siapa pengendaranya, tapi dia tetap berlalu tanpa ada kata-kata yang tertinggal atau mungkin ucapan “duluan yaa..”, tidak ada sama sekali.
                  Riani tetap menunggu angkutan umumnya, tapi kurang lebih 20 menit ia menunggu tak kunjung satupun angkutan umum yang lewat, Riani mulai bosan. Dan haripun semakin sore.
                “Yah, angkotnya mana nih ah..” ucapnya sambil melihat ke arah jam tangannya yang menunjukan pukul 17.40. Namun setelah beberapa saat, pengendara motor itu kembali lagi.
                “B 4578 VQ?” ucapnya dalam hati.
                “Udah sore nih, ngga pulang? Nunggu dijemput ya? Ujar pengendara itu. Ternyata dia adalah Adli, si pemimpin upacara. 
                “Eh? Engga, eh iyaa deng nunggu dijemput angkot.. perasaan tadi udah pulang, kok balik lagi kesini?” balasnya singkat.
                “Ohh, yaudah ayo aku anter pulang..”
                “Nggak usah, tuh angkotnya udah di ujung jalan, makasih yaa..”
                Riani pun menolak ajakan Adli untuk dia antar pulang, Adli hanya terpaku melihat Riani yang menaiki angkot, sambil tersenyum ke arahnya. Namun dalam hati Adli bersedih, karena diam-diam dia menyukai Riani.
                Angkutan umum terus menyusuri jalan-jalan untuk menuju tujuannya, namun di tengah jalan Riani mendapat masalah lain, angkutan umum yang dinaikinya mogok dan semakin memperpanjang waktunya di jalan. Dan sayangnya waktu semakin malam. Riani tetap menunggu adakalanya mobil angkutannya bisa kembali seperti semula. Tapi itu lama sekali. Dan akhirnya.
                “pak, bu, neng, maaf naik angkot yang belakang aja yaa..”
                Riani kaget dan mengeluh saat sopir berkata seperti itu, tapi ia juga tidak bisa apa-apa, dengan terpaksa ia dan penumpang lain keluar dari angkutan itu. Riani tidak suka menunggu lama-lama, akhirnya ia tetap berjalan sambil menunggu angkutan umum yang lewat. Jalan yang ditempuh Riani masih cukup jauh untuk sampai di tempat ia menaiki angkutan umum yang kedua.
                Riani sudah berjalan cukup jauh, namun kembali lagi, tidak ada satupun angkutan umum yang lewat, ia bingung, sementara waktu sudah menunjukkan pukul 19.15, ia tetap terus berjalan. Tetapi karena sudah gelap, langit yang mendung tidak diketahui oleh Riani, sampai pada akhirnya rintik-rintik hujan pun turun, hingga menjadi hujan yang cukup deras.
                “Rianiiii!!!” teriak salahsatu suara dari belakangnya.
                Suara itu datang dari salah satu motor yang lewat, pengendara motor itu kemudian memarkirkan motornya di depan Riani.
                “B 4578 VQ?”
                “ADLI??”
                “Kamu udah gila ya? Kamu tau ini apa? Ini hujan, Ri!” ucap Adli sambil menarik tangan Riani menuju tempat berteduh terdekat.
                “Aku harus cepet pulang, ini udah terlalu malam, ibuku pasti akan marah kalo aku pulang kemalaman, Dli.”
                “Tapi ngga gini juga kan sampai kamu harus hujan-hujanan nunggu angkot?”
                Riani hanya terdiam, hujan yang turun saat itu cukup deras dan lumayan lama, mereka akhirnya menunggu di tempat itu, sampai akhirnya ada satu angkutan umum yang lewat. Riani bergegas naik ke angkutan itu.
                “Eh itu ada angkot alhamdulillah, aku duluan ya, kamu pulang sana..”
                “Loh? Udah tunggu hujan reda, nanti aku anter, Ri.”
                “Engga usah, hujan reda masih lama kayaknya, kamu nunggu aja, aku duluan yaa, makasih banyak Dli.”
                “Oh yaudah deh, iya sama-sama, Ri”
                Riani, menaiki angkutan umumnya, sementara Adli bergegas pula menaiki motornya dan yang tak Riani kira, Adli mengikutinya, padahal hujan masih cukup deras. Riani belum menyadari hal itu tapi akhirnya ia melihat ke arah belakang, seseorang dengan helm yang gelap tanpa pelindung, kecuali jaketnya yang sudah basah.
                “B 4578 VQ?”
                “Ya Allah, ngapain dia ngikutin aku?” ucapnya sambil tak mengira dan memandang Adli yang saat itu kehujanan dengan heran dan khawatir.
                Adli membuka kaca helmnya, dan tersenyum manis pada Riani, Riani terharu, padahal ia belum terlalu mengenali Adli, tapi dia sudah begitu baik padanya, Adli rela hingga kehujanan tapi yang terpenting baginya Riani sampai rumah dengan selamat. Dan Adli pun mengikuti Riani sampai ujung gang rumahnya. Seraya tersenyum dan meninggalkannya.
                Riani tersenyum, “Terima kasih banyak B 4578 VQ.. "

CERPEN : Mimpi di Sudut Perpustakaan


Tidak ada yang mengerti takdir, semua hanya ada di tangan Allah, tapi semua juga bergantung pada bagaimana keyakinan dan kepercayaan kita.
Olimpiade Astronomi tingkat kota Tangerang tinggal menghitung hari lagi. Persiapan 3 minggu yang dilakukan oleh Ami, hanya mengasah kemampuan teoritisnya saja mengenai pelajaran yang baru ia kenali 3 minggu yang lalu, sementara untuk materi astronomi matematika, astronomi fisika dan astronomi kimia hanya beberapa saja yang telah ia kuasai, dari bimbingan bersama pembinanya Pak Hamdi.
Ami memilih pelajaran astronomi sebagai bidang olimpiadenya karena ia sangat menyukai pelajaran tentang bumi dan Tata surya. Meskipun ia baru tahu kalau astronomi yang sebenarnya tidah hanya seperti itu.
Setelah 3 minggu bimbingan, banyak sekali yang ia pelajari, namun di sisi lain ia juga banyak mengeluh, bagaimana ia menghitung kapan bintang akan muncul besok jika ia datang jam 8 malam ini?, dengan apa ia menghitung berapa tinggi bayangan jam 2 siang jika tinggi bayangan jam 12 siang 170 cm? Bagaimana menghitung kecerahan bintang dengan jarak 2,5 parsek dari bumi hanya dengan rumus-rumus dasar di genggamannya? Sementara waktu tinggal 2 hari lagi? Dia hanya mengaduh.
“Ya ampun, ini soal kok ribet banget, besok bintang datang jam berapa? Bisa aja kan dia ngga datang, insya Allah aja ya jawabnya mendingan ckck.” Candanya sendiri.
Setiap hari Ami bertandang ke perpustakaan untuk mempelajari astronomi lebih dalam, ia juga banyak melakukan pencarian informasi di internet, yang membuatanya terkadang semakin menganga dengan pelajaran astronomi. Tapi Ami tetap yakin dengan kemampuannya, karena ia bertekad untuk masuk paling tidak 10 besar, ia ingin mengharumkan nama almamaternya, SMA CITRA BANGSA.
Tak terasa, olimpiade tinggal sehari lagi. Olimpiade itu akan diselenggarakan di SMA 1 Tangerang. Saat itu ia sedang membuka internet sembari membaca di perpustakaan.
“Cieee yang mau olimpiade, manteng terus nih di perpus hehehe.” Ucap Ghia yang kali itu datang ke perpustakaan.
“Eh, Ghia, hehe iya nih asyik aja lama-lama kalo dinikmati hehe.”
“Okee deh semangat yaa..”
Ami membalas dengan senyuman, jujur saja hatinya mulai berdebar dengan esok hari, tapi ia berusaha dengan maksimal dengan persiapan yang dilakukannya. Ia tetap harus yakin akan kemampuannya.
Tibalah hari itu, hari yang paling ia tunggu-tunggu, pelaksanaan olimpiade se-kota Tangerang. Dari awal ia bangun pagi sampai dia menginjak di SMA 1 Tangerang hatinya berdebar tak karuan terlebih melihat lawannya yang kebanyakan orang keturunan chinese, matanya sipit, kulitnya putih dan berkacamata, memang seperti itulah gambaran lawan-lawannya di benak Ami. Tapi Ami tetap yakin dan percaya diri.
Tepat jam 8 pagi olimpiade dimulai, dari 4 ruang yang diberikan untuk peserta olimpiade ia ditempatkan di ruang 2. Suasana hening, dan semua sibuk dengan soal soalnya, termasuk Ami, ia mengerjakan dengan teliti meski tetap saja ada soal yang  tak ia mengerti.
Hitunglah massa blackhole jika radius Schwarzschildnya 30 km!
“Subhanallah, ini pelajaran, benar-benar sampai harus menghitung yang di ujung dunia kayaknya ckckck..”  rintihnya dalam hati.
Meskipun begitu Ami tetap dapat mengerjakan soalnya dengan tenang, waktu yang digunakan untuk mengerjakan soal 3 jam, dan Ami pun dapat menyelesaikannya tepat pada waktunya. Dan ia keluar ruangan dengan sedikit lesu, seperti habis bekerja berat.
“Pak, apapun hasilnya Ami sudah berusaha yaa.”
“Iya nak, kalah menang itu nomor kesekian, yang penting bagaimana kamu mampu mengambil pengalaman dan pelajaran dari sini.” Jawan Pak Hamdi bijak.
Pengumuman dilakukan pada hari itu juga, Ami menunggu dengan cemas. Apakah ia dapat mencapai keinginannya masuk 10 besar. Semoga saja.
Tibalah saat saat pengumuman diberitahukan. Pengumuman pemenang diumumkan melalui selebaran kertas berisi daftar nama pemenang. Ami terlihat pemisis saat mengetahui namanya tidak ada dari urutan 10 sampai 4, tapi  nama di peringkat 2 mengejutkannya.
Peringkat
Nama Peserta
Asal Sekolah
1
Budi Purnomo .R
SMA 5 TANGERANG
2
Nia Amira Lestari
SMA CITRA BANGSA
3
Fazi Ridwanilham
SMA GLOBAL JAYA

 “HAH? Peringkat 2? Serius itu pak?” ujar Ami tak percaya
“Subhanallah, kamu luar biasa, Nak! Padahal persiapan kita relatif singkat, tidak seperti sekolah lainnya..”
“Ya Allah terima kasih banyak ya Allah, Engkau kabulkan doaku..”
Ami memang berbakat untuk mata pelajaran Astronomi ini, hanya bermodalkan minat dan kemauan yang keras untuk belajar ia dapat mencapai keinginannya, bahkan diluar dugaannya ia mendapat peringkat 2, ini berkat  keyakinan dan kepercayaan dirinya yang kuat meskipun peserta-peserta lainnya terlihat meyakinkan.
“Aku mau mempersembahkan piala ini untuk kedua orang uaku, dan sekolahku yang sangat kucintai..” ujarnya bahagia.
“Neng.. neng.. bangun neng..”
“Hmm? Eeeh ibuu, aduh maaf bu maaf saya ketiduran disini..” ucapnya kaget karena suara ibu penjaga perpustakaan membangunkannya
“Yaudah gapapa neng. Eneng ngga pulang? Perpustakaan mau ditutup nih neng..”
“Oh iya ini saya mau pulang bu.. makasih ya bu..”
“Iya neng sama-sama..”

“YAH, TERNYATA CUMA MIMPI!.” Ujar Ami kesal. 

 dibuat oleh : Arini Maulidia

Jumat, 16 Maret 2012

Untitled

Kita tidak dapat menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain”  
                                                                        Michel De Montaigne
“Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan banyak orang”
John Nissbit
Bekerja dengan rasa cinta berarti menyatukan diri kepada diri sendiri, kepada diri orang lain dan kepada Tuhan, tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu? Bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak.”
Kahlil Gibran
Hari ini, Anda adalah orang yang sama dengan Anda lima tahun mendatang, kecuali dua hal: orang-orang disekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca.”
Charles Jones
“Kerendahan hati adalah suatu hal yang aneh, disaat kau berpikir kau memilikinya disaat itulah kau tak lagi memilikinya.”


Swami Chinmayananda
 Pengetahuan ada dua macam: yang telah kita ketahui dengan sendirinya, atau yang hanya kita ketahui dimana ia bisa didapatkan.”
Samuel Johnson
“Untuk mengetahui Anda ada kemajuan atau tidak, cukup melihat perubahan watak diri Anda, keluasan wawasan Anda, dan pengembangan kemurahan hati Anda. Itulah kemajuan dan tingkat ada sesungguhnya.”
Guru Ching Hai
“Sesungguhnya seseorang bisa disebut mandiri bukan karena ia sudah tidak lagi meminta, tapi lebih karena ia sudah memberi harapan akan kembali diberi.”
Anonim
“Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses tapi sukses itu sendiri sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses.”
Lambert Jeffries
“Orang-orang berkata: Jika ada yang dapat memahami dirinya sendiri, maka ia akan memahami semua orang. Tapi aku berkata: Jika ada yang mencintai orang lain, maka ia akan dapat mempelajari sesuatu untuk dirinya sendiri.”
   Kahlil Gibran           


Ketika

Ketika… adalah aksioma hidup yang menunjukkan ketidakpercayaanku pada suatu hal yang berakhir dengan elegi. Tapi ini nyata! apa yang bisa kuperbuat? tidak ada! sekalipun hanya teringat kembali, aku dan elegiku adalah hari ini, dan kemarin bukanlah sesuatu yang buruk juga menjatuhkanku, hanya saja ini menyeganiku pada sesuatu yang disebut melewatkan bersama…

Ketika aku  meminta kembali, tidak ada yang mampu dikembalikan, sebab semua telah menjarak jauh, aku seseorang yang penuh rahasia, aku adalah ilusi sementara hidupku adalah cerita fiksi, ketika aku beranjak, aku tau disaat itulah aku salah, dan dimana seharusnya kembali menjadi diriku…

Ketika aku bersikeras untuk berjalan di atas semua ini, waktu memanggilku dan menyerukan sesuatu, tak mampu, aku ini apa? Semua tidak mengerti, hingga kembali dan kembali teringat, akankah ini berubah? Atau semua yang menyesakkan dadaku, entah bisa kuterima atau tidak…

Ketika aku berusaha berdiri, siap lagi untuk menghadapi, menerima kenyataan, kembalikan  aku kepada kepercayaan-Mu ya Allah, Engkau pembimbingku… penunjuk jalanku…