Baru kali ini benar-benar mau membuka sesi curhat, biasanya malash. Tapi nyatanya emang lagi sedih banget dan kayaknya belum bisa menerima kenyataan, sepanjang kelas XI semua rasanya colourful, nggak hitam putih abu abu kayak saat ini, di kelas baru XII IPA 1, ah nggak tau mesti gimana mau menjalani hari-hari kedepan.
Pembagian kelas yang berujung sesak di dada, memang sangat sangat membuat saya down, apa sih yang diinginkan semua pasangan kalo naik kelas? udah tau jawabannya? sip. Bagai petir disambar gledek (?) -masya Allah- pagi itu menjadi cerita pembualan saya mencoba menahan sesuatu yang ingin dikeluarkan dari pancaran mata ini.
Kayaknya terlalu lebay menanggapi keadaan ya? ah mesti gimana? inilah yang saya rasakan, sulit pedih menghujam diri saya, suasana yang berbeda membuat saya belum terbiasa, hari-hari penuh kenangan di XI IPA 3 itu selalu aja terpikirkan kembali. Memang salah! life isn't movie, life must go on, rin!.
Memang berat, tapi mau gimana? kita memang harus terpisah oleh jarak, tak mengapa senyummu yang menyambutku tak ku lihat lagi setiap pagi, tak mengapa kita harus jalan di sisi yang berbeda, inilah yang mungkin Allah mau, agar aku belajar menjadi lebih kuat dan dewasa.
Aku percaya dibalik semua ini ada rencana Allah yang terbaik, dan kedepannya saya tinggal menjalani hari dengan mengikuti kata-katanya, saling percaya. Itulah modal utama yang haus dijalani setiap pasangan. Jarak sejauh apapun bila dijalani dengan kepercayaan yang sempurna akan terasa lebih tenang. so, i believe in you ! more than just everybody said to me about you. Let world knows, how amaze we are! :) #AWP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar