Kamis, 25 Agustus 2011

Tips Tentang Cinta : KEHILANGAN

Saya mencoba membuat artikel ini untuk meluapkan kesedihan atas kehilangan yang begitu cepat dan juga rasa untuk bangkit darinya. Selalu saja saya mengharap hari ini, selalu dan selalu seperti hari kemarin, entah pastinya saya tidak akan merasakan apa arti kehilangan dan kekuatan untuk bangkit darinya. Silahkan saja coba terka? Pasti mengerti kehilangan apa.


Kehilangan dan kekuatan bangkit itu satu. dan kalian tidak dapat dan tidak akan pernah dapat memisahkan keduanya. Kehilangan itu ada untuk menguji dan merasakan pedihnya bangkit, dan kekuatan bangkit itu ada untuk menyempurnakan diri yang harus terus belajar dari kehilangan. Sepintas tapi nyatanya selalu saja, kita terus-terusan menangis, dan membodohi diri dengan pertanyaan pertanyaan yang rumputpun malas menjawabnya.


“kenapa sih semua ini harus pergi secepat ini?”
“kenapa kebahagiaan ini cuma mampir sebentar?”
“ya Tuhan Kenapa Kau mengubah hatinya?”


Ayolah,  bangkit memang sakit, melupakan yang terbiasa memang tidak mudah, sama halnya melupakan kebiasaan buruk, awal yang tak mudah dan akhir yang bahagia. Kekuatan bangkit memberi alasan mengapa kita harus menguasainya. Ini dikarenakan semakin banyak orang-orang yang putus asa mencari jalan lain agar lebih baik, lebih cepat melupakan dan SELESAI(!). Kekuatan bangkit datang dari hal-hal positif, banyak-banyak mengerjakan hal positif itu baik, dan jangan sekalipun biarkan anda sendiri, sunyi, dan akhirnya  hal itu terlintas kembali. 


Bagi pemula, kehilangan adalah hal paling sulit, sulit dilupakan, sulit bangkit, sulit berhenti menangis, sulit untuk tidak memikirkannya lagi, sulit masa bodoh, sampai mungkin sulit makan. Saya tau, karena saya yang dulu merasakannya. Hingga kini pun harus terus menerus ‘ulangan kehilangan’ agar dapat nilai baik untuk itu dan nggak remedial. Apa nilainya? Tentu saja diri yang makin dewasa.


Kehilangan mengajarkan kita untuk mencintai dan makin mencintai apapun yang telah kita miliki. Kehilangan juga memiliki konteks lain seperti merelakan atau melepaskan. Layaknya kehilangan versi saya, tapi tidak sebanyak tujuh yang sedang banyak dibicarakan  itu.

Tips mengatasi rasa kehilangan :

-      
  •       Berpikir Positif

Kenapa harus berfikir positif? Ya harus lah, soalnya fikiran akan terisi dengan hal hal yang kenapa-kenapa-dan kenapa lagi. Dengan beranggapan kehilangan adalah ujian berat, otak akan mengalami depresi, oleh sebab itu marilah berfikir positif!.
-          
  •       Simpan, atau Lupakan (!)

Saya rekomendasikan untuk menghapus segala tentangnya, mulai dari hal kecil, misalnya hapus sms-smsnya yang hanya membuat kenangan itu kembali lagi.
-        
  •       Banyak menghibur diri sendiri (lebih sering lebih baik)

Dengan menghibur diri, otak seakan melupakan kejadian-kejadian lalu, dan akhirnya fresh dengan diri yang baru.
-       
  •       Cari aja yang baru hehe

Mengapa Langit berwarna Biru, dan Senja berwarna Jingga?

Untuk menemukan jawabannya, simak uraian berikut.

            Matahari memancarkan gelombang cahaya dengan frekuensi tertentu. Bagian dari frekuensi tersebut merupakan frekuensi cahaya tampak yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Jika spectrum cahaya matahari yang mengenai mata kita masih terdiri atas seluruh spectrum cahaya tampak, matahari akan terlihat putih dan spectrum cahaya tampak ini akan menyinari atmosfer bumi.          

            Atmosfer bumi terdiri atas gas-gas yang mengandung bermacam-macam partikel dan unsur. Dua unsur utama yang terkandung dala atmosfer bumi adalah Oksigen dan Nitrogen. Kedua unsur ini sangat reaktif untuk menghamburkan  spectrum cahaya tampak yang mempunyai frekuensi tinggi atau panjang gelombang yang pendek. Akibatnya, atmosfer bumi yang mudah menghamburkan spectrum warna ungu, nila, biru yang mempunyai frekuensi lebih tinggi. Mata manusia lebih sensitive terhadap warna biru daripada warna nila dan ungu sehingga langit terlihat berwarna biru.

             Sementara itu, hanya ada sedikit cahaya tampak dari matahari dengan frekuensi yang lebih rendah yang dihamburkan oleh atmosfer bumi. Cahaya dengan warna merah, jingga dan kuning memiliki frekuensi lebih rendah. Warna tersebut akan menembus atmosfer bumi dan terlihat oleh mata kita. Tetapi, intensitas ketiga warna tersebut tidak sama dan warna kuning lebih mendominasi sehingga matahari terlihat berwarna kuning sampai dengan siang hari. Tampilan cahaya matahari yang terlihat oleh mata kita berubah dari waktu ke waktu   dan berwarna jingga saat matahari akan terbenam. Mengapa demikian?

            Saat matahari berada di horizon (saat terbit dan terbenam), lintasan yang ditempuh cahaya matahari semakin jauh sehingga jumlah kuning yang dihamburkan relative besar daripadawarna jingga, hal ini mengakibatkan intensitas warna jingga yang samapai di mata lebih dominan sehingga saat matahari terbenam terlihat jingga.

Sajak Kecil dari Pujangga Kemarin

Apakah hidup seorang pujangga?
Menyalakan semangat untuk mengibarkan bendera kalimat kalimat indah?
Atau seorang yang hidupnya harus selalu bersajak?
Lampu-lampu jalan?
Siapakah mereka sebenarnya?
Pagar –pagar besi?
Apakah menantang hari adalah keinginan mereka?
Atau keharusan keikhlasan?
Mereka adalah bagian dari pujangga.
Mereka adalah inspirasi.
Inspirasi yang tak terlukis pikiran yang suka berhalusinasi
Ungkapan merdeka pujangga adalah sajak dari hati
Dari pikiran bermakna dan bukan lisan yang berdusta
Garis tangan bukan alasan berbakat
Sidik jari bukan tebakan masa depan
Pujangga adalah kekuatan
Kekuatan untuk menertawakan hati di kala sedih
Kekuatan mengiaskan kehidupan dengan makna dibalik sebuah kata
Sajaknya adalah tawa bahagianya
Sajaknya adalah tetesan air matanya
Sahabatnya adalah pikiran dan pena
Lalu apa lagi?
Semua disisinya adalah perangkai kata
Mencoba menyilsilahkan kehidupan
Berasaskan cinta
Bergejolak keinginan
Dan menemukan apa yang sebenarnya dia cari.

Senin, 22 Agustus 2011

Bukan Kehilangan Lolipop

Sepertiga dari satu
Dulu masih satu dan begitu!
 Beruntung waktu membantuku
Sialnya memang nyanyian-nyanyian itu yang terlalu dalam kuhayati
Dan tak dapat masuk keranjang sampah sejarah begitu saja
Rasanya tinggal sepertiga
Dua pertiganya menghapus gambarmu
Tak bisa diambil semua
dan meraung hebat layaknya anak kecil
Kehilangan lolipop dari tangan lugunya
Jongkok atau berdiri tak ada bedanya
Ia kan tetap mengucurkan deras air matanya meminta kembali
Sembab dan basah lagi wajahnya yang kali itu rumit
Mengingat akan kemarin lolipopnya jatuh
Air matanya tampak mengelabu
Lolipop baginya cinta
Tapi bagiku kau bukan sekedar lolipop
Berbeda, karena aku bukan kehilangan lolipop
Aku memang kehilanganmu dari tanganku
Dan akupun meraung hebat sepertinya
Dalam hati saja
Dan ragaku menyembunyikannya
Karena setidaknya kehilangan mengajarkan
Membiarkan itu bahagia
Karena mempertahankan adalah menyiksa


 

Kamis, 04 Agustus 2011

Cerita si Kecil Atom

Saya telah berkelana sangat jauh, tapi saya masih sendiri dan selalu stabil. Saya mempunyai beberapa teman baik yang dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berbeda. Kebanyakan dari mereka dikelompokkan ke dalam logam berat, sementara yang lainnya merupakan logam ringan dan sisanya tidak punya kelompok. Saya berperan sebagai penonton karena hidup saya sungguh membosankan dan hanya menyaksikan teman-teman saya bereaksi.

Teman-teman baik saya berada di daerah transisi. Beberapa di antaranya sangat radioaktif sehingga tidak aman jika berada di dekat mereka.Walaupun mereka berat dan besar, sebenarnya mereka rapuh. Beberapa diantaranya memiliki banyak elektron, terutama si Goldy emas dan si Pat Platina.

Di bagian barat kota, saya mempunyai teman-teman yang sangat reaktif. si kecil Lithium selalu mendapat masalah dengan teman-temannya dari bagian timur. Tapi salah satu teman dekatnya, yaitu Natrium yang memiliki nama panggilan Na telah berpasangan dengan Clarisa Klor. Na reaktif tapi sepertinya Clarisa mengerti, mungkin benar jika berlawanan muatan akan lebih menarik.

Bagaimanapun, saya masih stabil selamanya dan mungkin, saya akan seperti ini terus. Saya bukan tipe atom yang cepat kehilangan muatan dan bereaksi secara spontan. Saya adalah atom yang mulia.


^^ sumber : buku kimia terbitan Ganeca :)

Jika Melepasmu Adalah Indah

berapa kali lagi kan kukunjungi halte hati
terlalu singkat jika diibaratkan
melepasmu adalah indah
atau cuma tangis pengisi rindu kah?

kembali melihat belakang
tak percuma
cuma tangis lagi dan lagi untuk mengenang
waktu di halte kemarin masih ada kau

mungkin kau ikut berputar mengikuti jarum yang aku benci
disana kau lebih memilih banyak waktu tanpaku
jika melepasmu adalah indah
mengapa ada alasan untuk aku merindu lagi?