Kamis, 25 Agustus 2011

Mengapa Langit berwarna Biru, dan Senja berwarna Jingga?

Untuk menemukan jawabannya, simak uraian berikut.

            Matahari memancarkan gelombang cahaya dengan frekuensi tertentu. Bagian dari frekuensi tersebut merupakan frekuensi cahaya tampak yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Jika spectrum cahaya matahari yang mengenai mata kita masih terdiri atas seluruh spectrum cahaya tampak, matahari akan terlihat putih dan spectrum cahaya tampak ini akan menyinari atmosfer bumi.          

            Atmosfer bumi terdiri atas gas-gas yang mengandung bermacam-macam partikel dan unsur. Dua unsur utama yang terkandung dala atmosfer bumi adalah Oksigen dan Nitrogen. Kedua unsur ini sangat reaktif untuk menghamburkan  spectrum cahaya tampak yang mempunyai frekuensi tinggi atau panjang gelombang yang pendek. Akibatnya, atmosfer bumi yang mudah menghamburkan spectrum warna ungu, nila, biru yang mempunyai frekuensi lebih tinggi. Mata manusia lebih sensitive terhadap warna biru daripada warna nila dan ungu sehingga langit terlihat berwarna biru.

             Sementara itu, hanya ada sedikit cahaya tampak dari matahari dengan frekuensi yang lebih rendah yang dihamburkan oleh atmosfer bumi. Cahaya dengan warna merah, jingga dan kuning memiliki frekuensi lebih rendah. Warna tersebut akan menembus atmosfer bumi dan terlihat oleh mata kita. Tetapi, intensitas ketiga warna tersebut tidak sama dan warna kuning lebih mendominasi sehingga matahari terlihat berwarna kuning sampai dengan siang hari. Tampilan cahaya matahari yang terlihat oleh mata kita berubah dari waktu ke waktu   dan berwarna jingga saat matahari akan terbenam. Mengapa demikian?

            Saat matahari berada di horizon (saat terbit dan terbenam), lintasan yang ditempuh cahaya matahari semakin jauh sehingga jumlah kuning yang dihamburkan relative besar daripadawarna jingga, hal ini mengakibatkan intensitas warna jingga yang samapai di mata lebih dominan sehingga saat matahari terbenam terlihat jingga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar