Selasa, 24 April 2012

CERPEN : Mimpi di Sudut Perpustakaan


Tidak ada yang mengerti takdir, semua hanya ada di tangan Allah, tapi semua juga bergantung pada bagaimana keyakinan dan kepercayaan kita.
Olimpiade Astronomi tingkat kota Tangerang tinggal menghitung hari lagi. Persiapan 3 minggu yang dilakukan oleh Ami, hanya mengasah kemampuan teoritisnya saja mengenai pelajaran yang baru ia kenali 3 minggu yang lalu, sementara untuk materi astronomi matematika, astronomi fisika dan astronomi kimia hanya beberapa saja yang telah ia kuasai, dari bimbingan bersama pembinanya Pak Hamdi.
Ami memilih pelajaran astronomi sebagai bidang olimpiadenya karena ia sangat menyukai pelajaran tentang bumi dan Tata surya. Meskipun ia baru tahu kalau astronomi yang sebenarnya tidah hanya seperti itu.
Setelah 3 minggu bimbingan, banyak sekali yang ia pelajari, namun di sisi lain ia juga banyak mengeluh, bagaimana ia menghitung kapan bintang akan muncul besok jika ia datang jam 8 malam ini?, dengan apa ia menghitung berapa tinggi bayangan jam 2 siang jika tinggi bayangan jam 12 siang 170 cm? Bagaimana menghitung kecerahan bintang dengan jarak 2,5 parsek dari bumi hanya dengan rumus-rumus dasar di genggamannya? Sementara waktu tinggal 2 hari lagi? Dia hanya mengaduh.
“Ya ampun, ini soal kok ribet banget, besok bintang datang jam berapa? Bisa aja kan dia ngga datang, insya Allah aja ya jawabnya mendingan ckck.” Candanya sendiri.
Setiap hari Ami bertandang ke perpustakaan untuk mempelajari astronomi lebih dalam, ia juga banyak melakukan pencarian informasi di internet, yang membuatanya terkadang semakin menganga dengan pelajaran astronomi. Tapi Ami tetap yakin dengan kemampuannya, karena ia bertekad untuk masuk paling tidak 10 besar, ia ingin mengharumkan nama almamaternya, SMA CITRA BANGSA.
Tak terasa, olimpiade tinggal sehari lagi. Olimpiade itu akan diselenggarakan di SMA 1 Tangerang. Saat itu ia sedang membuka internet sembari membaca di perpustakaan.
“Cieee yang mau olimpiade, manteng terus nih di perpus hehehe.” Ucap Ghia yang kali itu datang ke perpustakaan.
“Eh, Ghia, hehe iya nih asyik aja lama-lama kalo dinikmati hehe.”
“Okee deh semangat yaa..”
Ami membalas dengan senyuman, jujur saja hatinya mulai berdebar dengan esok hari, tapi ia berusaha dengan maksimal dengan persiapan yang dilakukannya. Ia tetap harus yakin akan kemampuannya.
Tibalah hari itu, hari yang paling ia tunggu-tunggu, pelaksanaan olimpiade se-kota Tangerang. Dari awal ia bangun pagi sampai dia menginjak di SMA 1 Tangerang hatinya berdebar tak karuan terlebih melihat lawannya yang kebanyakan orang keturunan chinese, matanya sipit, kulitnya putih dan berkacamata, memang seperti itulah gambaran lawan-lawannya di benak Ami. Tapi Ami tetap yakin dan percaya diri.
Tepat jam 8 pagi olimpiade dimulai, dari 4 ruang yang diberikan untuk peserta olimpiade ia ditempatkan di ruang 2. Suasana hening, dan semua sibuk dengan soal soalnya, termasuk Ami, ia mengerjakan dengan teliti meski tetap saja ada soal yang  tak ia mengerti.
Hitunglah massa blackhole jika radius Schwarzschildnya 30 km!
“Subhanallah, ini pelajaran, benar-benar sampai harus menghitung yang di ujung dunia kayaknya ckckck..”  rintihnya dalam hati.
Meskipun begitu Ami tetap dapat mengerjakan soalnya dengan tenang, waktu yang digunakan untuk mengerjakan soal 3 jam, dan Ami pun dapat menyelesaikannya tepat pada waktunya. Dan ia keluar ruangan dengan sedikit lesu, seperti habis bekerja berat.
“Pak, apapun hasilnya Ami sudah berusaha yaa.”
“Iya nak, kalah menang itu nomor kesekian, yang penting bagaimana kamu mampu mengambil pengalaman dan pelajaran dari sini.” Jawan Pak Hamdi bijak.
Pengumuman dilakukan pada hari itu juga, Ami menunggu dengan cemas. Apakah ia dapat mencapai keinginannya masuk 10 besar. Semoga saja.
Tibalah saat saat pengumuman diberitahukan. Pengumuman pemenang diumumkan melalui selebaran kertas berisi daftar nama pemenang. Ami terlihat pemisis saat mengetahui namanya tidak ada dari urutan 10 sampai 4, tapi  nama di peringkat 2 mengejutkannya.
Peringkat
Nama Peserta
Asal Sekolah
1
Budi Purnomo .R
SMA 5 TANGERANG
2
Nia Amira Lestari
SMA CITRA BANGSA
3
Fazi Ridwanilham
SMA GLOBAL JAYA

 “HAH? Peringkat 2? Serius itu pak?” ujar Ami tak percaya
“Subhanallah, kamu luar biasa, Nak! Padahal persiapan kita relatif singkat, tidak seperti sekolah lainnya..”
“Ya Allah terima kasih banyak ya Allah, Engkau kabulkan doaku..”
Ami memang berbakat untuk mata pelajaran Astronomi ini, hanya bermodalkan minat dan kemauan yang keras untuk belajar ia dapat mencapai keinginannya, bahkan diluar dugaannya ia mendapat peringkat 2, ini berkat  keyakinan dan kepercayaan dirinya yang kuat meskipun peserta-peserta lainnya terlihat meyakinkan.
“Aku mau mempersembahkan piala ini untuk kedua orang uaku, dan sekolahku yang sangat kucintai..” ujarnya bahagia.
“Neng.. neng.. bangun neng..”
“Hmm? Eeeh ibuu, aduh maaf bu maaf saya ketiduran disini..” ucapnya kaget karena suara ibu penjaga perpustakaan membangunkannya
“Yaudah gapapa neng. Eneng ngga pulang? Perpustakaan mau ditutup nih neng..”
“Oh iya ini saya mau pulang bu.. makasih ya bu..”
“Iya neng sama-sama..”

“YAH, TERNYATA CUMA MIMPI!.” Ujar Ami kesal. 

 dibuat oleh : Arini Maulidia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar