Tidak ada yang mengerti takdir, semua hanya
ada di tangan Allah, tapi semua juga bergantung pada bagaimana keyakinan dan
kepercayaan kita.
Olimpiade Astronomi tingkat kota Tangerang tinggal
menghitung hari lagi. Persiapan 3 minggu yang dilakukan oleh Ami, hanya
mengasah kemampuan teoritisnya saja mengenai pelajaran yang baru ia kenali 3
minggu yang lalu, sementara untuk materi astronomi matematika, astronomi fisika
dan astronomi kimia hanya beberapa saja yang telah ia kuasai, dari bimbingan
bersama pembinanya Pak Hamdi.
Ami memilih pelajaran astronomi sebagai
bidang olimpiadenya karena ia sangat menyukai pelajaran tentang bumi dan Tata
surya. Meskipun ia baru tahu kalau astronomi yang sebenarnya tidah hanya
seperti itu.
Setelah 3 minggu bimbingan, banyak sekali
yang ia pelajari, namun di sisi lain ia juga banyak mengeluh, bagaimana ia
menghitung kapan bintang akan muncul besok jika ia datang jam 8 malam ini?,
dengan apa ia menghitung berapa tinggi bayangan jam 2 siang jika tinggi
bayangan jam 12 siang 170 cm? Bagaimana menghitung kecerahan bintang dengan
jarak 2,5 parsek dari bumi hanya dengan rumus-rumus dasar di genggamannya?
Sementara waktu tinggal 2 hari lagi? Dia hanya mengaduh.
“Ya ampun, ini soal kok ribet banget, besok
bintang datang jam berapa? Bisa aja kan dia ngga datang, insya Allah aja ya
jawabnya mendingan ckck.” Candanya sendiri.
Setiap hari Ami bertandang ke perpustakaan
untuk mempelajari astronomi lebih dalam, ia juga banyak melakukan pencarian
informasi di internet, yang membuatanya terkadang semakin menganga dengan
pelajaran astronomi. Tapi Ami tetap yakin dengan kemampuannya, karena ia
bertekad untuk masuk paling tidak 10 besar, ia ingin mengharumkan nama
almamaternya, SMA CITRA BANGSA.
Tak terasa, olimpiade tinggal sehari lagi.
Olimpiade itu akan diselenggarakan di SMA 1 Tangerang. Saat itu ia sedang
membuka internet sembari membaca di perpustakaan.
“Cieee yang mau olimpiade, manteng terus nih
di perpus hehehe.” Ucap Ghia yang kali itu datang ke perpustakaan.
“Eh, Ghia, hehe iya nih asyik aja lama-lama
kalo dinikmati hehe.”
“Okee deh semangat yaa..”
Ami membalas dengan senyuman, jujur saja
hatinya mulai berdebar dengan esok hari, tapi ia berusaha dengan maksimal
dengan persiapan yang dilakukannya. Ia tetap harus yakin akan kemampuannya.
Tibalah hari itu, hari yang paling ia
tunggu-tunggu, pelaksanaan olimpiade se-kota Tangerang. Dari awal ia bangun
pagi sampai dia menginjak di SMA 1 Tangerang hatinya berdebar tak karuan
terlebih melihat lawannya yang kebanyakan orang keturunan chinese, matanya
sipit, kulitnya putih dan berkacamata, memang seperti itulah gambaran
lawan-lawannya di benak Ami. Tapi Ami tetap yakin dan percaya diri.
Tepat jam 8 pagi olimpiade dimulai, dari 4
ruang yang diberikan untuk peserta olimpiade ia ditempatkan di ruang 2. Suasana
hening, dan semua sibuk dengan soal soalnya, termasuk Ami, ia mengerjakan
dengan teliti meski tetap saja ada soal yang
tak ia mengerti.
Hitunglah
massa blackhole jika radius Schwarzschildnya 30 km!
“Subhanallah, ini pelajaran, benar-benar
sampai harus menghitung yang di ujung dunia kayaknya ckckck..” rintihnya dalam hati.
Meskipun begitu Ami tetap dapat mengerjakan
soalnya dengan tenang, waktu yang digunakan untuk mengerjakan soal 3 jam, dan
Ami pun dapat menyelesaikannya tepat pada waktunya. Dan ia keluar ruangan
dengan sedikit lesu, seperti habis bekerja berat.
“Pak, apapun hasilnya Ami sudah berusaha
yaa.”
“Iya nak, kalah menang itu nomor kesekian,
yang penting bagaimana kamu mampu mengambil pengalaman dan pelajaran dari
sini.” Jawan Pak Hamdi bijak.
Pengumuman dilakukan pada hari itu juga, Ami
menunggu dengan cemas. Apakah ia dapat mencapai keinginannya masuk 10 besar.
Semoga saja.
Tibalah saat saat pengumuman diberitahukan.
Pengumuman pemenang diumumkan melalui selebaran kertas berisi daftar nama
pemenang. Ami terlihat pemisis saat mengetahui namanya tidak ada dari urutan 10
sampai 4, tapi nama di peringkat 2
mengejutkannya.
Peringkat
|
Nama Peserta
|
Asal Sekolah
|
1
|
Budi Purnomo .R
|
SMA 5 TANGERANG
|
2
|
Nia Amira Lestari
|
SMA CITRA BANGSA
|
3
|
Fazi Ridwanilham
|
SMA GLOBAL JAYA
|
“HAH?
Peringkat 2? Serius itu pak?” ujar Ami tak percaya
“Subhanallah, kamu luar biasa, Nak! Padahal
persiapan kita relatif singkat, tidak seperti sekolah lainnya..”
“Ya Allah terima kasih banyak ya Allah,
Engkau kabulkan doaku..”
Ami memang berbakat untuk mata pelajaran
Astronomi ini, hanya bermodalkan minat dan kemauan yang keras untuk belajar ia
dapat mencapai keinginannya, bahkan diluar dugaannya ia mendapat peringkat 2,
ini berkat keyakinan dan kepercayaan
dirinya yang kuat meskipun peserta-peserta lainnya terlihat meyakinkan.
“Aku mau mempersembahkan piala ini untuk
kedua orang uaku, dan sekolahku yang sangat kucintai..” ujarnya bahagia.
“Neng.. neng.. bangun neng..”
“Hmm? Eeeh ibuu, aduh maaf bu maaf saya
ketiduran disini..” ucapnya kaget karena suara ibu penjaga perpustakaan
membangunkannya
“Yaudah gapapa neng. Eneng ngga pulang?
Perpustakaan mau ditutup nih neng..”
“Oh iya ini saya mau pulang bu.. makasih ya
bu..”
“Iya neng sama-sama..”
“YAH, TERNYATA CUMA MIMPI!.” Ujar Ami kesal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar