Aku kemarin bukan sumbu di kompor kecil milik nenek tua
bukan kayu bakarnya yang akhirnya meng-arang
bukan kepulan asap yang hilang mengudara
percuma saja
setiap hari pintu itu kau ketuk
atau salahku yang selalu membukanya
hingga terpancar sinar dan aku menghilang dari diriku
dan kau kembali seperti itik yang pulang dari sungai
sungai ditinggalkan, apakah ia merindukannya?
sepintas realitaku diatas suka
dan berjalan diatas bukit yang penuh bunga
kau menaungiku seperti langit
tapi tetap saja
aku terkoyak realita
terkoyak masa sepi namun ingin pergi jauh darimu
masa bodoh atas semua waktu
karena hitam itu tak palsu
cuma sedikit menyakiti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar